
Pada hari Sabtu, 26 Januari 2025, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mamba’ul Huda Al-Islamiyah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar mengadakan acara spesial bertajuk Khotmul Qur’an & Imtihan Metode Ummi Angkatan Ke-XI. Kegiatan mulia ini diselenggarakan dengan penuh khidmat dan semangat di Masjid Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, dan diikuti oleh seluruh keluarga besar madrasah serta para wali santri yang turut hadir menyaksikan momen penting dalam perjalanan pendidikan putra-putri mereka.
Acara ini merupakan puncak dari proses panjang pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi, sebuah metode yang telah terbukti efektif dalam menanamkan kemampuan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an secara sistematis sejak usia dini. Dengan mengusung semangat “Belajar Al-Qur’an dengan Benar dan Menyenangkan”, kegiatan ini menjadi ajang evaluasi terbuka atas capaian para santri dalam menguasai bacaan dan tajwid sesuai standar yang telah ditetapkan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi Imtihan atau ujian terbuka yang dilaksanakan di hadapan para tamu undangan. Dalam sesi ini, para peserta dari Angkatan Ke-XI tampil satu per satu untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil dan menjawab pertanyaan seputar tajwid serta makharijul huruf dengan penuh percaya diri. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembelajaran yang dijalani selama ini telah memberikan hasil yang membanggakan.
Para hadirin menyaksikan dengan penuh haru dan kebanggaan, bagaimana para santri cilik tersebut mampu menunjukkan kematangan dalam membaca Al-Qur’an, bahkan sebagian besar dari mereka telah menyelesaikan bacaan 30 juz. Tidak sedikit pula yang menunjukkan kemampuan menjawab pertanyaan lanjutan dengan ketepatan dan kefasihan, yang membuktikan kedalaman pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, K.H. Moh. Ihsan, M.Ag., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para santri peserta Khotmul Qur’an atas dedikasi dan kesungguhannya dalam belajar Al-Qur’an. Beliau juga memberikan motivasi kepada seluruh hadirin untuk terus menjaga semangat dalam menuntut ilmu, khususnya dalam hal menjaga hafalan dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, keberhasilan para santri ini merupakan bukti nyata keberkahan pendidikan dini berbasis Al-Qur’an dan hasil kerja keras semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan lembaga pendidikan.
Tak lupa, beliau juga mengingatkan bahwa khotmul Qur’an bukanlah akhir dari proses, tetapi justru awal dari perjalanan panjang sebagai penjaga Al-Qur’an yang harus terus disertai dengan penguatan akhlak, adab, dan semangat untuk menjadi insan yang berilmu dan bermanfaat bagi umat.
Acara berlangsung dengan lancar dan penuh kekhusyukan, ditutup dengan doa bersama dan harapan agar para santri yang telah mengikuti Khotmul Qur’an & Imtihan ini terus menjadi pribadi yang istiqamah dalam mencintai, membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sepanjang hidup mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar dalam melahirkan generasi Qur’ani yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia di tengah tantangan zaman.
