Pondok Ngabar– Fasilitas tempat makan yang memadai akan membantu santri dalam menuntut ilmu. Tahun ini pihak Yayasan Pengembangan dan Pemeliharaan Wakaf Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar (YPPW-PPWS) telah menyelesaikan proyek baru yaitu pembangunan tempat makan santri putra (Ngabar Resto). Bangunan yang terletak di utara gedung al-Azhar ini dapat menampung 1.200 orang dilengkapi dengan fasilitas air panas dan piring stainless.
Santri-santri tidak perlu membawa piring dari asrama, melainkan sudah disediakan piring stainless dari pihak Ngabar Food Production (NFP) yang berbeda dari piring pada umumnya. Penggunaan model piring baru ini merupakan kali pertama digunakan oleh pesantren yang ada di Ponorogo. Usai makan, masing-masing santri membersihkan piring dengan air panas di tempat khusus, selanjutnya dikeringkan menggunakan serbet yang telah disediakan didapur.
Direktur NFP, Ustadz Firnanda menegaskan bahwa pola makan yang baru diterapkan ini adalah bagian dari upaya menanamkan disiplin dalam diri santri tanpa mengabaikan kenyamanan. “Para santri sudah nyaman, tidak membawa piring lagi. Pondok telah menyediakan piring, yaitu piring stainless ini. Jadi para santri tinggal ke dapur pada saat waktunya makan. Langsung antri, ambil nasi, makan, kemudian cuci piring sendiri juga nanti menata kembali piring-piring tesebut. Jadi semuanya ada Standart Operational Procedure (SOP). Dan dari pola makan inilah kita juga dapat mendidik santri dalam berdisiplin”, Ujarnya.
Dengan sistem baru ini, pola makan santri putra lebih tertib, bisa mempersingkat waktu makan yang hanya membutuhkan waktu 20 menit saja untuk 1.000 santri dan porsi makan santri akan menjadi teratur sesuai dengan kebutuhan dan tidak mubadzir.
Sabtu pagi, (18/8) kali pertamanya santri putra dapat merasakan sarapan pagi di tempat makan baru didampingi langsung oleh Pimpinan Pondok, Ustadz Drs. KH. Moh. Ihsan, M.Ag dan beberapa ustadz lainnya. Kiai Ihsan memantau langsung suasana makan perdana santri putra di tempat makan baru ini. Terpenuhinya fasilitas makan santri yang baru dengan sistem pengelolaan terpadu berbasis teknologi, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mencetak generasi yang berkualitas. (Sazali)
