Ujian Amaliyah Tadris Perdana Santri Kelas VI TMI Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar

Pada hari Sabtu, tanggal 1 Februari 2025, Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar kembali menegaskan komitmennya dalam membina generasi pendidik dan dai masa depan melalui penyelenggaraan Ujian Amaliyah Tadris Perdana bagi santri kelas VI Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI). Kegiatan yang digelar secara khusus ini menjadi bagian integral dari proses pendidikan di pondok, di mana para santri diberi kesempatan untuk mengasah dan menampilkan kemampuan mereka dalam mengajar secara langsung. Alhamdulillah, acara tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh semangat dari seluruh peserta, yang menunjukkan keseriusan mereka dalam menjalani tahapan penting ini.

Acara Ujian Amaliyah Tadris ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar. Dalam sambutannya yang penuh semangat dan muatan edukatif, beliau menekankan pentingnya praktek amaliyah tadris sebagai sarana konkret dalam melatih keterampilan mengajar para santri. Pimpinan pondok menegaskan bahwa kemampuan menyampaikan ilmu dengan baik dan benar adalah bekal utama yang harus dimiliki oleh setiap calon pendidik dan dai. Oleh karena itu, ujian ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter, kemampuan komunikasi, serta tanggung jawab akademik dan spiritual santri.

Dalam pelaksanaan ujian, setiap santri kelas VI TMI diminta untuk menyampaikan materi pelajaran yang telah dipilih dan dipersiapkan sebelumnya. Mereka diuji kemampuannya dalam mengelola kelas, menjelaskan materi dengan metode yang efektif, menyampaikan pelajaran secara interaktif, serta menjawab pertanyaan dari para penguji dan peserta simulasi yang terdiri dari adik kelas. Dengan mengenakan pakaian rapi dan didampingi oleh guru pembimbing, para santri menunjukkan kepercayaan diri serta penguasaan materi yang baik, menandakan bahwa mereka telah siap untuk terjun langsung ke dunia pendidikan dan pengabdian.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dinilai dari berbagai aspek penting seperti keterampilan berbicara di depan umum, kemampuan mengelola waktu mengajar, penggunaan media pembelajaran, dan penguasaan terhadap metodologi pengajaran. Penilaian dilakukan secara objektif oleh tim penguji yang terdiri dari para ustadz senior dan pengasuh TMI, sehingga feedback yang diberikan kepada peserta dapat menjadi bekal berharga untuk proses perbaikan dan pengembangan diri ke depannya.

Pelaksanaan Ujian Amaliyah Tadris ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan salah satu ciri khas dan kekuatan sistem pendidikan di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar yang menyeimbangkan antara aspek teoritis dan praktik langsung. Dalam sistem pendidikan TMI, tidak cukup bagi santri hanya menguasai ilmu pengetahuan, mereka juga dididik agar mampu menjadi penyampai ilmu yang baik dan berdampak positif dalam masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dalam membentuk profil lulusan pondok yang siap menjadi pendidik, pemimpin, dan panutan di tengah-tengah masyarakat.

Bagi para santri, momen ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain melatih mental dan keterampilan teknis, mereka juga belajar untuk bertanggung jawab atas ilmu yang dimiliki. Beberapa peserta bahkan mengaku merasa tertantang dan sekaligus senang karena dapat merasakan langsung atmosfer dunia pendidikan yang sesungguhnya, meskipun masih dalam konteks simulasi dan pengawasan.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta mendapatkan evaluasi dan catatan perbaikan dari para penguji. Harapannya, pengalaman dari ujian ini tidak hanya menjadi bagian dari penilaian akademik, tetapi juga menjadi pijakan awal yang kuat untuk menjalani peran mereka sebagai agen perubahan di bidang pendidikan dan dakwah di masa yang akan datang. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga tempat menempa pribadi tangguh yang siap berdedikasi untuk umat.