
Selama empat hari, sejak hari Senin hingga Kamis, tanggal 27 hingga 30 Januari 2025, Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar menerima kunjungan istimewa dari Sekolah Dasar Islam Plus As-Sa’adatain Depok. Kunjungan ini diselenggarakan dalam rangka menjalin silaturahmi antar lembaga pendidikan sekaligus memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan pesantren kepada para siswa. Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar, penuh semangat, dan disambut antusiasme tinggi oleh semua peserta.
Kegiatan kunjungan dimulai dengan penyambutan resmi oleh Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar. Dalam sambutan pembukaannya, beliau memberikan arahan yang penuh semangat, serta menyampaikan motivasi yang membakar semangat belajar para peserta. Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan karakter, disiplin, dan spiritualitas yang selama ini menjadi ruh dari sistem pendidikan pesantren. Sambutan tersebut tidak hanya membekas di hati para guru pendamping, tetapi juga memberikan kesan kuat bagi para siswa yang baru pertama kali merasakan atmosfer kehidupan pesantren.
Setelah sesi pembukaan, para siswa diajak berkeliling area pondok dalam program “Pesantren Tour” yang dipandu langsung oleh para asatidz. Dalam kegiatan ini, mereka diajak mengenal lebih dekat berbagai fasilitas yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, seperti masjid, asrama, ruang kelas, perpustakaan, dapur umum, hingga unit-unit usaha pondok. Para siswa juga berkesempatan menyaksikan langsung rutinitas kehidupan santri yang penuh dengan semangat belajar, kedisiplinan waktu, dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas dunia pesantren.
Lebih dari sekadar kunjungan wisata edukatif, kegiatan ini dirancang dengan muatan pembelajaran yang intensif dan menyentuh berbagai aspek penting dalam pendidikan karakter. Salah satu kegiatan unggulan adalah sesi pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara intensif yang dipandu oleh para guru dan santri senior. Para peserta dengan penuh semangat mencoba memahami kosakata, membuat percakapan ringan, serta menyerap metode pembelajaran bahasa asing ala pesantren yang interaktif dan menyenangkan.
Tidak hanya belajar di kelas, para siswa juga dilibatkan dalam kegiatan simulasi kehidupan santri. Mereka diajak untuk mengikuti pola harian seperti shalat berjamaah, makan bersama, belajar kelompok, hingga membersihkan lingkungan pondok. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat merasakan langsung nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, serta kekompakan yang selama ini menjadi pondasi kuat dalam proses pendidikan pesantren. Kegiatan ini terbukti memberikan kesan yang mendalam, karena banyak dari mereka yang mengaku merasakan suasana belajar yang unik dan menginspirasi.
Diharapkan dari kunjungan ini, para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang kehidupan pesantren, tetapi juga tumbuh semangat dan minat untuk terus menimba ilmu dalam suasana yang penuh nilai-nilai religius. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara lembaga pendidikan dasar dan pesantren dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam akhlak dan spiritualitas.
Dengan penuh rasa syukur, seluruh rangkaian kegiatan kunjungan ditutup dengan sesi refleksi dan doa bersama. Banyak peserta, baik siswa maupun guru pendamping, yang mengungkapkan kebahagiaan dan harapan agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar menyambut baik niat tersebut dan terus berkomitmen menjadi tempat belajar terbuka yang inklusif dan memberi kontribusi besar dalam pendidikan Islam di Indonesia.
