
Pada Kamis, 26 Desember 2024, suasana hangat dan penuh keakraban kembali mewarnai Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar seiring dengan terselenggaranya Reuni Alumni Angkatan Ke-33 yang bertempat di Auditorium Gedung Al-Azhar. Kegiatan yang telah lama dinantikan ini berlangsung sukses dan menjadi momen penuh nostalgia bagi para alumni yang kembali menjejakkan kaki di bumi tempat mereka pernah ditempa secara ruhani, intelektual, dan sosial.
Sejak pagi hari, para alumni berdatangan dengan penuh semangat dan kebahagiaan. Saling menyapa, bersalaman, dan berbagi cerita menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Raut wajah bahagia tampak menghiasi wajah-wajah mereka yang telah sekian lama berpisah oleh jarak dan waktu. Reuni ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga sebuah pengingat akan pentingnya menjalin kembali ikatan ukhuwah Islamiyah yang dahulu pernah tumbuh dan berkembang di lingkungan pesantren.
Dalam acara tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar turut hadir memberikan sambutan hangat yang penuh makna dan motivasi. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya merawat tali silaturahmi yang telah terjalin selama di pesantren, serta mengajak para alumni untuk terus menumbuhkan rasa memiliki terhadap pondok sebagai rumah besar bersama. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan alumni merupakan bagian penting dalam membangun kesinambungan nilai-nilai pesantren di tengah masyarakat.
Tak hanya menjadi ruang untuk memperbarui hubungan emosional, reuni ini juga diisi dengan momen nostalgia yang menyentuh hati. Para alumni diajak mengenang masa-masa indah saat menjadi santri, mulai dari cerita suka duka di kelas, pengalaman unik saat menjalani kehidupan asrama, hingga kenangan tentang guru-guru yang pernah membimbing mereka dengan penuh kasih sayang dan keteladanan. Cerita-cerita itu mengalir begitu hidup, menjadi penguat bahwa masa-masa sebagai santri merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter mereka saat ini.
Sebagai penutup kegiatan, digelar pertandingan sepak bola persahabatan antara tim alumni dan tim asatidz. Pertandingan ini berlangsung dalam suasana yang meriah, diselingi gelak tawa dan sorak sorai penonton yang menikmati setiap momen. Meski bersifat persahabatan, pertandingan ini berhasil mempererat tali keakraban antara alumni dan para guru, sekaligus menjadi simbol bahwa semangat kebersamaan yang dulu pernah menyatukan mereka masih tetap menyala hingga kini.
Kegiatan reuni ini membuktikan bahwa hubungan antara alumni dan pesantren bukanlah sekadar hubungan masa lalu, melainkan ikatan spiritual dan moral yang tetap hidup. Dengan semangat ukhuwah dan semangat kontribusi, para alumni diharapkan dapat terus bersinergi dengan pondok dalam mengembangkan peran pesantren di tengah masyarakat luas, baik dalam aspek pendidikan, dakwah, maupun sosial.
