
Sebagai lembaga pendidikan, Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar memiliki peran dan tanggung jawab terhadap kemajuan peradaban umat Islam dengan mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga mampu melakukan perubahan dan pemberdayaan pada masyarakat.
Sebagai penunjang kesuksesan peran dan tanggung jawab tersebut, maka sangat erat kaitannya dengan ketersediaan sarana dan prasarana pesantren yang representatif. Paradigma lama yang menganggap bahwa sarana dan prasarana pesantren adalah fasilitas yang terkesan hanya apa adanya kini harus diubah, karena pesantren kini tengah berbenah menuju arah yang lebih baik.
\Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (YPPW-PPWS) sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap sarana dan prasarana di Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar saat ini telah melakukan upaya kongkrit dalam penataan dan pengembangan sarana prasarana di PPWS Ngabar yang tahun ini akan difokuskan pada pemenuhan dan pembenahan fasilitas-fasilitas dasar santri.
Salah satu dari fasilitas-fasilitas dasar santri tersebut adalah Asrama Rayon Sunan Ampel di Kampus Putra PPWS Ngabar. Asrama tersebut merupakan bangunan lama yang digunakan untuk santri putra kelas IV, III Intensive, dan kelas VI. Problem kerusakan atap, kerangka genting yang sudah lapuk, tembok yang rusak dsb. telah mengganggu kenyamanan santri dalam beraktifitas.
Respon positif dilakukan YPPW-PPWS untuk merenovasi Asrama Rayon Sunan Ampel, bekerjasama dengan arsitek dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membuat desain asrama Rayon Sunan Ampel dengan karakteristik Islamic Modern.
Asrama Sunan Ampel akan dibangun ulang menjadi dua lantai dengan 18 kamar yang terdiri dari 16 kamar santri dengan kapasitas 25 santri; dan 2 kamar asatidz.
Proses renovasi Rayon Sunan Ampel yang membutuhkan dana hingga 3,4 Miliar ini akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, renovasi dimulai dengan empat kamar sisi selatan yang telah dimulai pembongkarannya pada tanggal 18 Desember 2016 lalu dan ditargetkan selesai pada Juni 2017 dengan estimasi biaya sebesar Rp. 1,5 Miliyar. Kedua, renovasi lima kamar pada sisi utara dengan estimasi biaya Rp. 1,9 Miliyar pada tahun selanjutnya.
Bagi Pondok Ngabar, pendidikan adalah meliputi “semua apa yang kamu lihat, yang kamu dengar, dan yang kamu rasakan”. Dengan demikian, sudah selazimnya santri dibiasakan dengan hal-hal yang baik dan benar melalui berbagai media, termasuk desian sarana dan prasarana yang baik dan indah sebagai wujud dari materi pendidikan. (Akhyar)
