![]()
Rintik hujan membasahi desa Ngabar pada Jumat, 2 Desember 2016 lalu. Tampak para santri, asatidz, dan masyarakat berkumpul di depan masjid.
Pagi itu mereka mengadakan seremonial pembongkaran masjid Ngabar yang berarsitektur khas Jawa ala masjid Demak.
Acara dimulai tepat pada pukul 06.30. Selain asatidz, santri, dan masyarakat, tampak juga beberapa tokoh dan pimpinan dari pondok pesantren sekitar, Ustadz KH. Ma’sum Yusuf, Pimpinan Pondok Modern Ar-Risalah; Ustadz KH. Ustuchori dari al-Mawaddah; dll.
Dalam sambutannya, Ustadz KH. Heru Saiful Anwar, Pimpinan Pondok Ngabar, menjelaskan bahwa masjid sudah saatnya direnovasi mengingat kondisinya yang sudah memprihatinkan. Selain itu beliau juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah turut berpartisipasi dalam renovasi masjid ini. Tidak lupa juga beliau memohon doa kepada semua pihak agar renovasi berjalan dengan baik dan lancar.
“Kami mohon kepada semuanya, untuk senantiasa mendoakan agar masjid ini lancar pembangunannya, dan barokah”. ujar Ustadz Heru menutup sambutannya pagi itu.
Panitia juga meminta kepada wakil keluarga pendiri untuk memberikan sambutan pada acara itu, yang diwakilkan oleh Dr. M. Suyudi M.Ag. Beliau menjelaskan bahwa renovasi masjid perlu dilangsungkan karena sudah saatnya. “Masjid ini bagus pada zamannya. Namun sekarang sudah mengalami kerusakan, maka tugas kita adalah merenovasinya, memperbaikinya” ujar beliau.
Ustadz KH. Ma’sum Yusuf, dalam kesempatan ini berkenan memberikan nasihat mewakili alumni. Beliau menceritakan bahwa dahulu masjidnya tidak seluas sekarang. Kemudian mengalami pelebaran pada sisi barat, dan diresmikan oleh KH. Imam Zarkasyi.
Selain itu beliau juga berpesan, bahwa renovasi masjid merupakan proses meneruskan perjuangan wakif dan amal jariyah orang-orang terdahulu, sehingga misi mendidik ummat terus berjalan dengan baik.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Ma’sum juga meminta kesediaan bapak pimpinan pondok untuk maju ke podium menerima donasi wakaf tunai.
“Kami menurunkan, demikian juga kami siap membangun kembali. Maka kami juga meminta kepada semua alumni, santri, simpatisan dan masyarakat untuk membangun yang baik dan bermanfaat” ujar beliau sembari menyerahkan donasi wakaf tunai.
Dalam acara tersebut, tampak beberapa keluarga pondok menitikkan air mata mengenang jasa para pendiri dan wakif.
Usai acara seremonial, santri, asatidz, dan masyarakat bergotong-royong menurunkan genting masjid satu persatu hingga menjelang sholat Jum’at.
Semoga suasana kebersamaan ini terus terjalin dengan baik sebagai bagian dari ozon keberkahan di Pondok Ngabar. (Amir Dardiri)
