Rapat Kerja, Siapkan Langkah Satu Tahun Mendatang

Pondok Ngabar – Salah satu bentuk keberhasilan dan kemajuan Pondok Ngabar ialah adanya Rapat Kerja (RAKER) Lembaga-lembaga yang dilaksanakan setiap tahun menjelang tahun ajaran baru. RAKER yang diikuti oleh seluruh lembaga Pondok bertujuan untuk mengevaluasi progam yang telah terlaksana lengkap dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangan yang ada, serta untuk membuat dan menentukan target pencapaian progam dalam satu tahun mendatang.

Semenjak adanya perubahan Pimpinan Lembaga Pondok sejak Juni 2016 lalu, dan untuk menyongsong masa kerja Pimpinan Lembaga yang baru, Pondok secara umum memiliki target prima yaitu menjadi Pondok yang lebih maju, mandiri, manfaat dan berkah, yang mana hal ini semua terangkum dalam Visi Ngabar 2021.

Secara garis besar, Visi Ngabar 2021 ialah memiliki kualitas dan kuantitas serta kapabilitas dalam bidang Pendidikan, Ekonomi, Kerjasama dan Pembangunan Fisik yang berstandar. Sehingga selain bisa memberikan manfaat kepada Pondok sendiri, hal ini juga memberikan manfaat kepada yang lain, utamanya kepada umat Islam.

RAKER yang biasanya dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan, tahun ini dilaksanakan lebih awal yaitu pada bulan Maret 2017. Hal ini dikarenakan, setelah seluruh progam lembaga telah terselesaikan dengan baik dan matang, maka akan dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Anggaran dan Pendapatan Belanja (R-APB) yang akan dilaksanakan pada bulan Ramadhan.

Dalam RAKER tahun ini, Tarbiyatul Mu’allimin dan Mu’allimat Al-Islamiyah (TMI dan TMt-I) sebagai lembaga pendidikan formal tingkat menengah yang di pimpin oleh Ust. H. Said Abadi, Lc. MA dan Ust. Hadi Wiyono, M. HI beserta tim yang telah dibentuk, sudah menyiapkan beberapa progam unggulan. Pertama, mengurangi waktu pembelajaran yang ada, sehingga santri dan guru bisa lebih konsentrasi pada waktu pembelajaran. Kedua, Menghapus beberapa mata pelajaran yaitu berhitung, Qowa’idul I’lal, Qawa’idul I’lal, Muqoronatul Adyan, Tajwid (berbahasa Arab), Ilmu jiwa, dan Komputer (menjadi ekstrakurikuler). Ketiga, penyusunan jadwal pelajaran yang menggunakan aplikasi yang lebih memudahkan dalam penyusunan jadwal dengan tingkat ketelitian tinggi, sehingga 0% terjadi kesalahan. Keempat, Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mengadakan pelatihan-pelatihan serta mengirim guru untuk tugas belajar sehingga diharapkan kemampuan, keahlian, dan wawasan guru meningkat lebih baik.

Adapun Majelis Pembimbing Santri (MPS) putra dan Majelis Pembimbing Santri putri, yang dipimpin oleh Ust. Hady Saptono, S.Ag dan Ustd. Hj. Rahmah Maulidia, M. Ag sebegai lembaga non-formal yang bertanggung jawab membina dan membimbing santri selama 24 jam dari mulai tidur hingga tidur kembali, bersama tim yang ada telah menyusun progam unggulan di bidang Tahfidz Al-Qur’an dan akhlakul karimah, sehingga diharapkan para santri dan satriwati menjadi pribadi yang dewasa, santun serta mandiri, terlebih saat mereka sudah lulus dan terjun ke masyarakat nantinya. MPS yang bekerjasama dengan Yayasan (YPPW-PPWS) juga telah menyiapkan pola bimbingan yang terstruktur dalam penataan gedung, ruang kamar dan fasilitas lainnya, sehingga segala hal yang berkaitan dengan santri, haruslah memiliki nilai-nilai pendidikan yang bermanfaat. (Fawaid)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *