
Pada Selasa malam, 17 September 2024, Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar menggelar acara Pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang berlangsung dengan khidmat dari pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Acara tersebut diselenggarakan di Auditorium Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar dan dihadiri oleh seluruh pelatih kursus dari Kwartir Cabang (KWARCAB) Ponorogo, pimpinan lembaga pondok pesantren, serta sejumlah tamu undangan yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini.
Kegiatan KMD ini merupakan bagian dari komitmen Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar dalam mendukung pengembangan kemampuan kepemimpinan, pembinaan, dan keterampilan pramuka di kalangan santri. Program ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan praktis kepada para peserta agar dapat menjadi pembina pramuka yang tangguh, berkompeten, dan mampu mendidik generasi muda dengan nilai-nilai luhur kepramukaan. Kursus ini juga menjadi langkah strategis pondok pesantren dalam membangun generasi yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Acara pembukaan dimulai dengan sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar. Dalam pidatonya, beliau berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan panjangnya dalam dunia kepramukaan. Beliau menjelaskan bagaimana pengalaman di pramuka telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan penuh semangat, beliau mendorong para peserta untuk menjadikan kursus ini sebagai momen penting dalam meningkatkan kapasitas diri, tidak hanya sebagai pembina pramuka, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Setelah sambutan dari pimpinan pondok, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh perwakilan dari KWARCAB Ponorogo. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan KWARCAB memaparkan secara rinci skema pelaksanaan kursus yang akan berlangsung selama tujuh hari ke depan. Para peserta diberikan informasi tentang jadwal pelatihan, kurikulum, materi-materi inti yang akan diajarkan, serta metode pembelajaran berbasis praktik yang akan diterapkan. Tak lupa, beliau menekankan pentingnya kolaborasi, kedisiplinan, dan semangat belajar selama mengikuti kursus untuk mencapai hasil yang optimal.
Kursus ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan teknis seperti cara memimpin regu, mengorganisasi kegiatan kepramukaan, dan menerapkan prinsip-prinsip dasar pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komprehensif, peserta diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai kepramukaan, seperti kejujuran, keberanian, dan rasa tanggung jawab, sehingga dapat menjadi teladan yang baik bagi adik-adik pramuka di masa depan.
Pembukaan kursus ini menjadi tonggak awal yang penting dalam perjalanan para peserta untuk menjadi pembina pramuka yang berintegritas dan kompeten. Antusiasme yang terlihat dari para peserta, pelatih, dan pimpinan pondok mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat untuk melahirkan kader-kader pramuka yang siap mengabdikan diri dalam mendidik generasi penerus bangsa. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta, pondok pesantren, dan masyarakat luas.
