Kunjungan & Silaturrahmi SDIT Al Imam Asy Syafi’i Karangjati Ngawi di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar

Alhamdulillah, kegiatan Kunjungan dan Silaturrahmi SDIT Al Imam Asy Syafi’i Karangjati Ngawi di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar pada Sabtu, 1 November 2025, berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan. Sejak pagi hari, rombongan SDIT Al Imam Asy Syafi’i telah tiba di lingkungan pondok dengan wajah ceria dan semangat tinggi. Cuaca yang cerah dan suasana pondok yang asri turut menambah kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Kunjungan ini diikuti oleh 30 siswa laki-laki dan 29 siswi perempuan, serta didampingi oleh 3 ustadz dan 3 ustadzah pendamping yang turut mengarahkan serta membimbing para peserta selama kegiatan berlangsung. Para peserta tampak antusias sejak awal, menunjukkan semangat belajar dan rasa ingin tahu yang besar terhadap dunia pesantren. Tak hanya itu, kehadiran mereka juga disambut hangat oleh para santri dan pengurus pondok yang dengan penuh keramahan mempersilakan rombongan untuk beristirahat sejenak sebelum acara dimulai.

Rombongan disambut secara langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar di aula utama pondok. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas silaturrahmi yang dilakukan oleh SDIT Al Imam Asy Syafi’i Karangjati Ngawi. Beliau menegaskan bahwa kegiatan semacam ini memiliki nilai yang sangat positif karena dapat memperkenalkan kehidupan pesantren kepada para pelajar sejak dini. Selain itu, beliau juga menyampaikan harapan agar para peserta kunjungan dapat mengambil inspirasi dan pelajaran berharga dari kehidupan para santri, baik dalam hal kedisiplinan, kemandirian, maupun semangat menuntut ilmu.

Setelah acara penyambutan dan sambutan hangat dari pimpinan pondok, kegiatan dilanjutkan dengan tawaf atau keliling area pondok. Dalam kegiatan ini, para siswa dan siswi didampingi oleh para ustadz pendamping serta beberapa santri senior yang turut memberikan penjelasan tentang berbagai fasilitas dan kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar.

Para peserta tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka diajak berkeliling ke beberapa titik penting di lingkungan pondok, seperti masjid utama, gedung-gedung lembaga pendidikan, asrama santri, hingga area pertanian dan peternakan yang menjadi bagian dari kegiatan kemandirian santri. Setiap tempat yang dikunjungi memberikan pengalaman baru dan wawasan tambahan bagi para siswa mengenai kehidupan santri yang sederhana namun penuh nilai-nilai islami dan kedisiplinan.

Selain itu, para guru pendamping juga tampak terkesan dengan suasana pondok yang tertata rapi, bersih, dan penuh dengan aktivitas positif. Mereka mengungkapkan rasa syukur dan harapan agar kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk semakin mencintai ilmu dan meneladani semangat para santri yang terus berjuang dalam menuntut ilmu agama maupun umum.

Kegiatan Kunjungan dan Silaturrahmi ini menjadi momen yang berkesan bagi seluruh peserta. Selain mempererat tali silaturrahmi antara SDIT Al Imam Asy Syafi’i Karangjati Ngawi dan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi anak-anak dalam memahami kehidupan pesantren secara nyata. Mereka tidak hanya melihat suasana belajar, tetapi juga menyaksikan bagaimana para santri menjalankan aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat dan disiplin.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama di halaman utama pondok, sebagai bentuk kenang-kenangan atas kunjungan berharga ini. Senyum ceria para peserta dan guru pendamping menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini telah meninggalkan kesan mendalam di hati mereka.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara SDIT Al Imam Asy Syafi’i Karangjati Ngawi dan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar semakin erat. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang silaturrahmi antar lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menumbuhkan semangat menuntut ilmu dalam suasana islami, serta memperkuat nilai-nilai ukhuwah dan kecintaan terhadap dunia pesantren di kalangan generasi muda.