
Pondok Ngabar – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir, beserta tiga pimpinan Ponpes Walisongo, Ngabar Ponorogo; KH Moh Thalhah, KH Moh Ihsan, KH Heru Saiful Anwar dan, secara bersamaan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) renovasi Masjid Jami Pondok Pesantren Walisongo Ngabar, Ponorogo, Jum’at (02/09/2016) malam.
Dalam sambutannya, Menag mengatakan, dirinya melihat, tidak semua lembaga pendidikan mendapatkan keberkahan. Karena keberkahan datang dari Allah SWT. Menurutnya,untuk mendapatkan keberkahan, kita semua harus bergerak. Jadi, kadangkala, Keberkahan membutuhkan Harakah. Gerak kita itulah sebagai salah satu bentuk rasa syukur kita dalam menjaga, memelihara dan merawat warisan para pendahulu. Tidak hanya itu, namun kita juga mengembangkan warisan tersebut agar bisa lebih baik.
“Nah, gerakan menjaga, memelihara, merawat dan mengembangkan warisan inilah yang mampu mendatangkan berkah,”imbuh Menag.
Sebelumnya dalam sambutannya Wamenlu melihat, Ponpes Walisongo yang awalnya hanya mempunyai 9 santri, dan kini telah mempunyai 2.632 santri, putra dan putri, ini terjadi para pendiri dan pengasuh Ponpes Walisongo tidak bertumpu hanya memikirkan keluarga, namun lebih pada berlandaskan Keikhlasan.
“Keikhlasan para pendiri inilah yang menjadi modal utama. Saya melihat, Kiai Ibrahim, Kiai Ishaq dan para pendiri lainnya, mengajarkan kita, memberi kita modal keikhlasan dalam berjuang,” terang Wamenluyang pernah mondok dan terlibat langsung pada pembangunan Masjid Walisongo pada 1971, saat itu Wamenlu menjadi salah satu santri Walisongo.
Selain keikhlasan, lanjut Wamenlu, adalah Istiqomah, komitmen, konsistensi dalam menjalankan misi.
“Jadi, dengan Keikhlasan dan Istiqomah, yang tentunya disertai dengan ilmu, mental dan lain sebagainya, maka Ponpes Walisongo bisa berkembang hingga seperti ini,” imbuh Wamenlu.
Pimpinan Ponpes Walisongo, KH Heru Saiful Anwar selanjutnya menambahkan pernyataan Wamenlu dengan keberkahan.
Menag berharap, semoga asa, cita para pendiri dan pengasuh, guru, santri agar Ponpes ini berkembang dan bermanfaat, mendapat ridha Allah SWT.
“Semoga, renovasi ini berjalan sesuai rencana dan semoga gerakan seperti ini, mampu memotivasi kita semua untuk menjadi lebih baik, mampu menjadi ruh dan jiwa kita untuk lebih bermanfaat,” do’a Menag.
Sebelumnya, salah satu pimpinan Ponpes Walisongo, KH Moh Ihsan, bercerita tentang kondisi Ponpes yang kerap kali, karena sejumlah keterbatasan sarana prasarana, terpaksa menolak santri. Sisi lain, amanah pendiri Ponpes, (alm) KH Ibrahim Thayyib, untuk tidak menolak santri yang hendak menuntut ilmu.
“Namun dengan terpaksa kami harus menolak santri, karena tidak berani mengurangi hak para santri yang terlebih dahulu nyantri. Harapan kami, dengan renovasi masjid ini, Ponpes Walisongo bisa berkembang dan ke depan, tidak menolak santri, seperti amanah pendiri,” harap KH Ihsan. (gpenk/dm/dm).
Diintisarikan dari kemenag.go.id
