![]()
Batang- Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (Pondok Ngabar) mengutus Ustadz Parwito, S.Pd (Bendahara YPPW-PPWS) dan Ustadz Ghifari Syauqi Said (BMT Ngabar) untuk menghadiri acara Seminar dan Pelatihan Manajemen Ziswaf (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) di Pondok Tazakka Batang, Kamis-Jum’at (9-10/8).
Acara tersebut dihadiri oleh narasumber internasional dan nasional, yaitu KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A (Pimpinan Tazakka), Dr. Mustafa Dasuki Kasbah (Cairo Univ), Dr. H. Fakhrurrozi, M.A (Badan Wakaf Indonesia), H. M. Sulthoni, M.SI (IIUM), Drs. H. Ahmad Jayadi, MM, H. Teguh Suhardi, Subhi Mahmassani, S.HI, dan Aminuddin , S.Kom.
Diadakannya pelatihan Ziswaf ini adalah untuk melakukan improvisasi konsep dan strategi pengelolaan dan implementasi wakaf di Indonesia. Potensi besar ekonomi umat Islam di Indonesia selama ini masih dikelola dengan konsep wakaf harta tidak bergerak seperti tanah yang digunakan untuk kepentingan umat.
Terbukanya kemungkinan improvisasi implementasi wakaf karena hukum dasar wakaf adalah sunnah, bukan wajib seperti zakat. Sehingga, cara dan implementasinya masuk dalam produk fiqih ijtihadi qiyasi sebagaimana diutarakan Dr. Mustafa Dasuki. “Improvisasi (implementasi wakaf) tersebut sangat terbuka secara fikih, karena hukum-hukum dalam fiqh wakaf lebih banyak bersifat ijtihadiyyah qiyasiyyah”, ujarnya. Dengan demikian, wakaf bisa berupa hal-hal yang bersifat temporal seperti wakaf uang tunai, wakaf produktif, wakaf manfaat, wakaf profesi, hingga wakaf diri, dll.
Upaya implementasi wakaf model baru ini sangat bermanfaat untuk kemajuan umat, khususnya dalam bidang pendidikan dan dakwah. Karena wakaf menjadi sangat luas ruang lingkupnya.
Setelah mengikuti pelatihan ini, Pondok Ngabar berupaya mendirikan Lembaga Amil Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (Lazizwaf) untuk menghimpun potensi ekonomi umat dan menyalurkannya untuk pengembangan berbagai sektor, khususnya dalam sektor pendidikan. (Amir)
