Pondok Ngabar – Kelas VI merupakan kelas akhir dari jenjang pendidikan Tarbiyatul Mualimin/Mualimat di Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar, Ponorogo. Pada kelas tahap akhir ini, santri menghadapi serangkaian ujian yang berlangsung dari awal tahun ajaran baru hingga akhir tahun. Ujian-ujian itu diantaranya: Ujian hafalan Juz’ Amma & Surat pilihan, Ujian taftisyul kutub, Ujian tulis mid semester, Ujian imamah, Ujian khitobah dan khutbah jumat, Ujian fathul kutub, Ujian amaliyah, Ujian lisan dan tulis seluruh mata pelajaran mulai dari kelas awal hingga akhir.
Pada tahun ini jumlah santri kelas VI Tarbiyatul Mualimat adalah 101 santri dan Tarbiyatul Mualimin sejumlah 86 santri.
Hingga berita ini ditulis, para santri kelas VI telah mengikuti ujian hafalan juz Amma, surat Yasiin, Al Mulk, Al Waqiah, dan Al Ma’tsurot. Pelaksanaannya selama 30 hari yaitu mulai tanggal 3 Agustus hingga 3 September untuk santri putri, dan untuk santri putra ditambah hingga 30 September karena harus mempersiapkan acara Spectakuler Show. Ujian hafalan ini adalah sebagai syarat untuk mengikuti ujian-ujian berikutnya. Para santri menyetorkan hafalannya pada wali kelas masing-masing atau kepada pembimbing yang ditunjuk. Kriteria penilaiannya adalah kelancaran, kefasihan, mahrojul huruf, dan panjang pendek bacaan.
Ujian berikutnya adalah ujian taftisyul kutub, yaitu santri harus mengumpulkan dan menunjukkan seluruh catatan dan buku diktat mulai dari kelas awal (kelas 1 dan atau kelas 1 intensif) hingga kelas akhir (kelas VI). Santri dibagi menjadi beberapa kelompok, dan akan diperiksa oleh ustadzah atau ustadz penguji. Kriteria penilaian adalah, kelengkapan catatan dan buku, serta kerapian. Pelaksanaan ujian taftisul kutub yaitu hari Jum’at tanggal 7 Oktober 2016.
Ujian imamah, adalah ujian yang baru saja para santri lalui, yaitu pada tanggal 14 Oktober 2016 yang lalu. Dalam ujian ini ada beberapa kategori penilaian yaitu ibadah qouliyah (contohnya bacaan dalam sholat), ibadah fi’liyah (contohnya tatacara wudhu) , serta hafalan doa-doa dan dzikir setelah sholat. Setelah melalui ujian lisan yang beisi tentang seputar ibadah qouliyah dan ibadah fi’liyah, para peserta ujian harus mempraktekkan sholat yang diminta oleh penguji, bisa sholat wajib maupun sholat-sholat sunah. Para peserta bergantian menjadi imam dan makmum.
Selain ketiga ujian di atas, terdapat satu ujian yang dikhususkan untuk santri putra, yaitu Khutbah Jumat. Ujian ini bertujuan untuk menyiapkan santri kelas 6 untuk mensyiarkan agama islam dimasyarakat nanti. Ujian Khutbah dilaksanakan pada 20 Oktober 2016 di Gd. Al-Azhar. Sebelum diadakan ujian khutbah, santri kelas 6 terlebih dahulu mengikuti pembekalan khutbah. Delapan Santri yang lulus dengan hasil terbaik, diberi kesempatan oleh panitia ujian kelas VI untuk berkhutbah di masjid sekitar Pondok. (Tri Wahyu Anggoro)
