Ustadz Hasan Ahmad, dan Gedung Juang ’61

Pondok Ngabar – Bersejarah. Satu lagi sebuah bangunan sederhana, elegan dan penuh guna hadir di komplek asrama putra Pondok Ngabar yaitu Gedung Juang 61. Gedung ini merupakan bangunan lama yang direnovasi untuk memberikan kesan perjuangan layaknya mujahid-mujahid Pondok di masa lalu.

Awalnya, bangunan ini merupakan rumah dari salah satu mujahid Ngabar yang sangat masyhur, Ust. H. Hasan Ahmad (alm). Beliau telah memberikan kisah keteladanan kepada siapa saja yang pernah berjumpa dan mengenal semasa hidupnya. Beliau termasuk dari salah satu yang membantu merintis Pesantren ini mulai dari nol hingga menjadi seperti sekarang ini. Tidak hanya itu, hal yang paling berkesan dari beliau di mata kami adalah, bahwa hingga akhir hayatnya beliau tetap mengajar, memberikan pelajaran kepada santri-santri di kelas-kelas tanpa mempedulikan usia dan kesehatan beliau yang semakin hari semakin berkurang.

Teringat di akhir-akhir beliau mengajar dengan tetap istiqomah menggunakan sepeda onta tua untuk menuju al-Azhar (ruang kelas), dengan suara yang semakin lirih, pandangan yang semakin kabur dan gerakan yang sudah tidak se-energik dahulu. Beliau dengan sabar mengajar dan mengamalkan ilmu yang beliau miliki kepada santri.

Berawal dari kisah keteladan beliau ini, maka setelah tahun 2014 Pondok membeli seluruh hak aset tanah dan bangunan yang beliau wariskan kepada putra dan putri beliau, dengan niat bahwa suatu saat rumah almarhum akan dijadikan rumah penerus perjuangan dan jihad beliau.

Tepat pada Agustus 2016, perbaikan rumah tersebut telah selesai. Terinspirasi dari kisah keteladan almarhum, oleh Ketua Yayasan, bangunan tersebut diberi nama Gedung Juang 61. Pasca renovasi, gedung ini pertama kali digunakan sebagai tempat tinggal Menteri Agama RI, Drs. H. Lukman Hakim Saifudin yang berkunjung ke Ngabar pada Jum’at, 2 September 2016.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *