Taujihad Wal Irsyadat Liburan Ramadhan dan Syawal Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar

Taujihad Wal Irsyadat: Arahan Penuh Makna Menjelang Liburan Ramadhan dan Syawal di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan serta liburan Syawal yang identik dengan suasana penuh keberkahan, Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar mengadakan sebuah agenda penting bertajuk Taujihad Wal Irsyadat pada hari Kamis hingga Jumat, tanggal 20–21 Februari 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara khusus sebagai bentuk pengarahan resmi dari pihak pondok kepada seluruh santri, dari kelas satu hingga kelas enam Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI), sebelum mereka memasuki masa liburan panjang. Bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat, antusiasme, dan kesungguhan dari seluruh peserta.

Acara ini merupakan salah satu tradisi khas yang secara konsisten dijalankan oleh pondok menjelang libur panjang, dengan tujuan utama untuk memberikan panduan dan bekal ruhiyah kepada para santri agar tetap menjaga semangat belajar, adab, dan kedisiplinan selama berada di luar lingkungan pondok. Dalam suasana yang sarat dengan nasihat dan nilai-nilai spiritual, para santri mendengarkan dengan saksama setiap pesan yang disampaikan oleh para Pimpinan Pondok.

Dalam taujih yang disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, ditekankan bahwa masa liburan bukanlah masa untuk bermalas-malasan atau sekadar mencari hiburan duniawi semata. Sebaliknya, liburan harus dimaknai sebagai fase perpindahan aktivitas dari lingkungan pondok ke rumah, tanpa meninggalkan semangat beribadah, adab, serta etika seorang santri. “Liburan bukan waktu kosong tanpa makna, tapi kesempatan untuk menguji konsistensi kita dalam beramal di luar zona nyaman,” tutur beliau dengan tegas namun penuh kasih.

Lebih lanjut, beliau juga mengajak para santri untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum peningkatan kualitas diri, baik dalam hal ibadah, kedisiplinan, maupun interaksi sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat. Para santri diharapkan mampu menjadi contoh yang baik, mencerminkan nilai-nilai pondok dalam kehidupan sehari-hari di rumah, seperti menjaga shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an secara rutin, dan tetap memegang teguh akhlak sebagai penuntut ilmu.

Kegiatan Taujihad Wal Irsyadat ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh aspek pendidikan karakter. Para asatidz pun turut memberikan bimbingan praktis mengenai bagaimana mengatur jadwal kegiatan di rumah, cara berkomunikasi yang sopan dengan orang tua dan masyarakat, serta menjaga waktu agar tetap produktif selama liburan berlangsung.

Di akhir acara, para santri diberikan lembaran panduan kegiatan liburan yang berisi program ibadah, target bacaan Al-Qur’an, dan catatan refleksi diri, sebagai bentuk tanggung jawab dan laporan pribadi selama masa liburan. Ini menjadi salah satu strategi pondok untuk menjaga keterhubungan batin dan ruhiyah para santri dengan suasana pesantren, meskipun mereka sedang berada di luar.

Dengan terselenggaranya Taujihad Wal Irsyadat ini, Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar berharap para santri tidak hanya menjadikan liburan sebagai waktu rehat semata, tetapi mampu menunaikan tanggung jawab sebagai santri dengan penuh kedewasaan dan komitmen. Harapannya, ketika kembali ke pondok nanti, seluruh santri datang dalam kondisi fisik dan spiritual yang lebih baik, serta siap menyambut kembali proses belajar dengan semangat baru dan niat yang lurus.