UNBK, Tingkatkan Kualitas IT Pesantren

Pondok Ngabar – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejak tahun 2016 untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Untuk wilayah Kab. Ponorogo, pelaksanaan UNBK serentak dilaksanakan pada tahun 2017 ini untuk tingkat Menengah Atas.

Menghadapi UNBK tingkat Madrasah Aliyah (MA) Tahun ini, Direktorat Tarbiyatul Mu’allimin/ Mu’allimat Al-Islamiyah mengambil beberapa langkah-langkah persiapan, yaitu diawali dengan pengecekan perangkat komputer yang sudah ada di laboratorium komputer. Hasil pengecekan tersebut menjadi bahan dalam penyusunan anggaran komputer yang menghabiskan dana 150.000.000, untuk 30 PC, 4 PC server, dan beberapa perangkat tambahan. Saat ini total komputer di Laboratorium Komputer TMt-I 35 unit dengan 2 server, sedangkan di TMI 32 unit PC dengan 2 server. Jumlah tersebut akan terus ditambah untuk tahun depan, karena tingkat Tsanawiyah juga akan mulai menggunakan sistem UNBK.

UNBK yang dilaksanakan pada 10-13 april 2017, dilaksanakan secara terpisah antara putra dan putri. Jumlah santri putra yang mengikuti ujian sebanyak 80 santri, sedangkan santri putri sebanyak 98 santri yang terbagi dalam tiga shift. Adapun pengawas ujian berjumlah 8 pengawas silang dengan MA Arrisalah dan MA Al-Barokah untuk putra, dan 8 pengawas silang dengan MA Hudatul Muna untuk putri.

Untuk wilayah ponorogo semua SMA/SMK/MA menggunakan ujian berbasis computer pada tahun 2017. hal ini tentu memberikan banyak dampak positif, yaitu minimnya kemungkinan soal yang terlambat datang, tertukar dan ketidakjelasan hasil cetak soal; Proses pengumpulan dan penilaian jauh lebih mudah; Hasil ujian nasional dapat diumumkan jauh lebih cepat; mendorong terwujudnya efektifitas, efisiensi dan transparansi penyelenggaraan UN.

Namun demikian, terdapat beberapa catatan evaluasi juga dari pelaksanaan UNBK, yaitu beberapa sekolah swasta khususnya berbasis madrasah kesulitan dalam pengadaan perangkat komputer, dikarenakan sosialisasi UNBK disampaikan beberapa bulan menjelang pelaksanaan, sehingga persiapan sekolah kurang maksimal.

Efek positif secara khusus yang diterima pesantren dengan adanya UNBK adalah semakin termotivasinya para guru dan santri untuk meningkatkan kualitas di bidang IT. (Ali Cholid)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *