Ujian ‘Amaliyah Tadris

Pondok Ngabar merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang menerapkan sistem utama pendidikannya untuk mencetak seorang “Guru”. Hal ini jelas termaktub pada nama tingkat pendidikan menengahnya yaitu Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat Al-Islamiyah. Guru yang dimaksud disini ialah bahwa profesi apapun yang nantinya akan dijalani oleh seluruh alumni Ngabar hendaklah ia tetap ‘mengajar’. Pedagang yang mengajarkan kejujuran, Hakim yang mengajarkan keadilan, Polisi yang mengajarkan kedisiplinan, dan lain sebagainya.

Dalam membentuk mental dan karakter yang baik dalam mengajar, diadakanlah ujian praktek mengajar yang bernama Ujian ‘Amaliyah Tadris. Ujian ‘Amaliyah Tadris merupakan ujian yang diperuntukkan untuk santri kelas akhir, dimana masing-masing santri diwajibkan untuk mengajar dan menjadi guru ‘sungguhan’ selama 1 jam pelajaran. Ujian ini tidaklah semudah yang dibayangkang layaknya ujian lisan ataupun ujian tulis, Namun ini adalah ujian terberat karena selama pelaksanaannya banyak santri yang kabur dan bahkan keluar Pondok karena menghindari ujian ini.

Beratnya ujian ini tidak lain karena semua santri diwajibkan membuat materi persiapan (I’dad) yang panjang dan harus sesuai dengan thoriqoh atau metode pelajaran Tarbiyah wa Ta’lim yang merupakan pedoman seluruh pembelajaran di Pondok, dan kemudian I’dad tersebut dikoreksi, dipelajari dan dipraktekkan dalam ujian. Yang lebih sulit lagi dalam prakteknya santri kelas 6 harus menghadapi kelas dengan santri yang memiliki bermacam-macam karakter dan sifat, serta tingkat pemahaman terhadap materi pelajaran yang berbeda-beda.

Inilah nilai utama dari ujian ‘Amaliyah, bahwa setiap calon alumni/ lulusan Ngabar harus memiliki karakter dan mental yang kuat, mampu mengayomi seluruh masayarakat dimana ia berada layaknya ia mengajar dalam suatu kelas, memliki pengetahuan yang luas terhadap suatu masalah sehingga setiap pertanyaan dari masyarakat mampu ia jawab dan selesaikan, dan yang lebih penting lagi ialah alumni Ngabar harusnya memiliki ketinggian aqidah dan kedalaman Iman yang kuat, sehingga mampu membimbing masyarakat ke jalan kebaikan. itulah bagian kecil hikmah dari ujian ‘Amaliyah Tadris.

Tahun ini ‘Amaliyah Tadris dilaksanakan selama 1 minggu, yaitu pada 19-26 Januari 2016 M untuk santri TMI dan 21-26 Januari 2017 M untuk santriwati TMt-I. Adapun macam-macam pelajaran yang diujikan dalam ujian ini ada 9 pelajaran yaitu Muthola’ah, Tarikh Islam, Bahasa Arab, Mahfudzot, Nahwu, Imla’, Tauhid, Fiqih dan Bahasa Inggris untuk kelas 1, 2, 3 dan 1 intensive. (Fawaid)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *