Pondok Ngabar- Leksentri (Lentera Karya Seni Santri) merupakan kelompok teater yang menjadi wadah santri untuk berekspresi, berkarya, serta berinovasi. Kelompok ini selalu mengadakan pentas kesenian tahunan. Tahun ini, sebanyak 43 santri putri yang tergabung dalam kelompok ini mengadakan “Leksentri Show” pada Kamis (5/10) malam di halaman gedung Nusantara Kampus Putri. Acara ini dihadiri oleh seluruh santri putra, Ibu Pimpinan Pondok, Ketua Majelis Pempimbing Santri (MPS) Putri, dan jajaran dewan guru.
Pada pentas tahun ini, Leksentri mengangkat tema seorang tokoh Islam yaitu Siti Aminah, Ibunda Nabi Muhammad SAW, yang dibawakan menggunakan drama dalam syair, puisi, dan pantun. Selain tema utama, pentas juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan menarik, diawali dengan Grand Opening (GO), drama musical, Aminah dream, band, perkusi collaboration, tari Turkey, Abrahah troops, nasyid accapella, sing by isyarat, dan diakhiri dengan tari daerah kreasi.
Ustadz Supranti Azizah, S.Pd menyambut baik adanya acara ini. “Leksentri merupakan wadah untuk menggali kreasi, dengan teater ini kita semua akan berkarya”, Ujar Istri Ustadz KH. Moh Ihsan dalam sambutannya.
Pentas Kesenian berlanjut pada Kamis (12/10) malam, yaitu pentas seni yang diadakan oleh santri putri kelas III Intensif dan IV. Para santri yang menempati Rayon Siti Hafshoh ini mengangkat tema Queen Party of Gold “Culture Paradise Exhibition” Grand English Society (GES). Acara ini dilaksanakan di halaman gedung Nusantara dan dihadiri oleh Ketua Majelis Pembimbing santri (MPS) Putri, Wakil Direktur Tarbiyatul Mu’allimat al-Islamiyyah (TMt-I), jajaran dewan guru, dan seluruh santri putri.
Dalam sambutannya, Ketua MPS Putri, Ustazah Rahmah Maulidia, M.Ag memberikan apresiasi tinggi kepada Rayon Siti Hafshoh atas keberhasilannya mengadakan acara besar ini. Beliau memberikan poin 100 sebagai tanda penghargaan.
Acara ini dibuka secara simbolis oleh Ketua MPS Putri, Ustadzah Rahmah Maulidia, M.Ag dengan mengumandangkan Takbir “Allahu Akbar”, disertai dengan menekan tombol sirine, dan dilanjutkan dengan berbagai penampilan yang menarik.
Tujuan diadakan acara ini untuk melatih santri dalam membuat kesenian yang sarat dengan nilai keislaman. Sehingga, dengan demikian Islam dapat tersiar melalui kesenian sebagaimana yang telah dicontohkan para Wali Songo yang berdakwah di Nusantara menggunakan media kesenian. “Lewat Seni Kami Berdakwah“. (Zulfa Amalia)
