4 Santri Kelas Akhir Lakukan Amaliah Tadris Percontohan

Pondok Ngabar – Amaliyah Tadris merupakan salah satu rangkaian ujian santri akhir TMI Pondok Ngabar, di mana setiap santri mendapat kesempatan menjadi guru pengajar. Para guru senior ikut terjun langsung membimbing dan mengawal jalannya proses praktek mengajar tersebut.

Sebelum ujian dilaksanakan, santri kelas 6 mendapatkan pembekalan dari dewan guru selama 5 hari (9-13/2). Materi pembekalan meliputi metodologi pengajaran, sifat-sifat guru, format pembuatan RPP (i’dad tadris), teknik mengkritik, dan bimbingan penulisan RPP.

Sebelum memasuki sesi praktik ujian mengajar, panitia ujian kelas 6 menunjuk 4 santri sebagai model percontohan di hadapan seluruh peserta amaliah tadris. Mereka adalah Rezkidar, Rizky Kurniawan, Firdaus Budi Raharjo, dan Roid Harisul Haq yang semuanya mendapatkan tugas mengajar Muthola’ah. Praktik perdana mereka sebagai percontohan bagi santri kelas 6 lainnya.

Selama 2 pekan (14-23/2) santri kelas 6 yang berjumlah 167 orang dibagi menjadi 20 kelompok. Setiap harinya 4 orang dari masing-masing kelompok mendapatkan kesempatan mengajar materi yang telah ditentukan. Adapun santri lainnya memberikan evaluasi proses pengajaran dari berbagai segi: metode pengajaran, materi, bahasa, dan kondisi guru.

Tentunya, dengan pengawalan dari para guru pembimbing, dengan ini diharapkan para santri kelak dapat menjadi pengajar yang baik dan sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan Pondok Ngabar. (Muhammad Sazali Noor)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *