Dinobatkan Poskestren Terbaik se-Jatim, Menkes Terawan Kunjungi Ngabar

 2019-11-26 06:21


Dinobatkan Poskestren Terbaik se-Jatim, Menkes Terawan Kunjungi Ngabar

Pondok Ngabar- Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar (Pondok Ngabar) memegang teguh slogan kebersihan adalah sebagian dari iman. Ponpes di desa Ngabar, kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo itu menerapkannya dengan menciptakan lingkungan yang sehat. Salah satu medium untuk mewujudkannya adalah Pos Kesehatan pesantren atau Poskestren. Konsistensi itu pun berbuah penghargaan sebagai Poskestren terbaik di Jawa Timur dari Dinas Kesehatan Jawa Timur.

Sebagai bentuk apresiasi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkunjung ke Pondok Ngabar untuk melihat pengelolaan Poskestren pada Sabtu (23/11). Pimpinan Pondok Ngabar, KH. Heru Saiful Anwar yang menyambut rombongan menjelaskan tiga poin kunci untuk menciptakan lingkungan bersih yaitu makanan, kamar tidur, dan kamar mandi.

Produksi makanan diatur di Ngabar Food Production yang letaknya tak jauh dari kawasan pondok putra. Terdapat varian menu setiap hari. Yang terpenting terdapat sayur dan buah.

Seluruh tim yang memasak dipastikan dalam kondisi fit atau tidak sakit. Kualitas dan kehigienisan makanan pun terkontrol dengan baik. Pembina Poskestren Wali Songo, Siti Robihah Tarwiyati menuturkan bahwa kesehatan para juru masak selalu dicek secara rutin.

Kontrol secara cermat juga dilakukan Poskestren terkait kebersihan kamar mandi dan sanitasi. Mereka pun membentuk tim bernama Santri Husada. Tim itu menjelaskan program program Observasi Bersama (Obama).

“Jadi, kamar mandi di sini memiliki nama sesuai nama kamar tidur asramanya. Misalnya, para santri yang tidur di kamar tidur Siti Hajar harus bertanggung jawab atas kamar mandinya sendiri. Satu kamar tidur terdiri dari 35 orang dan mendapat 3 kamar mandi,” ujar Siti Robihah.

Berbagai inovasi Poskestren Wali Songo itu diapresiasi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim Drg. Vitria Dewi, M.Si. Ia menuturkan bahwa standar penggunaan kamar mandi untuk perempuan adalah 1:40 dan laki-laki 1:25. “Nah, di sini tadi kira-kira digunakan 1:11 dan itu sangat bagus,” ujarnya.

UKS pesantren pun bersinergi dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo. Di antaranya, penyuluhan dan promosi kesehatan kepada seluruh santri serta pelatihan Santri Husada.

Langkah-langkah konkret dari program Poskestren itu merupakan bagian dari rangkaian pembangunan kesehatan di Hari Kesehatan Nasional 2019. Selain itu, program tersebut menjadi komitmen pemerintah mengoptimalkan perilaku hidup sehat dan sehat di lingkungan pesantren. (bin/kkn/jawapos)