Pembukaan Tahun Ajaran Baru, Sarana Tajdidun Niah Kader Ngabar.

 2019-06-20 07:04


Pembukaan Tahun Ajaran Baru, Sarana Tajdidun Niah Kader Ngabar.

Setelah menjalani libur panjang selama 50 hari, tepat pada Sabtu (15/6), seluruh santri dan guru Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar yang berjumlah 390 guru dan 2683 santri, berkumpul dalam acara Apel Pembukaan tahun ajaran baru 2019-2020/1439-1440 halaman gedung sunan Ampel. Pimpinan Pondok dalam sambutannya beliau mengucapkan syukur yang mendalam akan kepercayaan masyarakat kepada Pondok dan menekannya keseriusan seluruh guru dan santri dalam menjalani setiap proses pendidikan dan pembelajaran di Ngabar.

Apel ditutup dengan Halal Bi Halal santri dan guru dan dilanjutkan dengan sidang guru yang menghadirkan Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Ustadz KH. Anang Rikza Masyhadi, MA. Pada kesempatan ini, Kiai yang sedang menyelesaikan program doktoralnya di Mesir ini menyampaikan beberapa hal tentang keutamaan dan kemuliaan menjadi seorang guru, khususnya dilembaga pesantren. Sembari mengutip sebuah hadist Nabi, beliau seorang guru senantiasa mendapatkan doa dari Allah, malaikat, dan seluruh penghuni bumi, bahkan hingga karang di lautan dan semut dalam lubang pun turut mendoakan.

Kiai Anang juga memberikan rumus pengabdian seorang guru yang terdiri dari empat ‘tas’, yaitu integritas, loyalitas, totalitas, dan kapabilitas. Keempat komponen tersebut akan menentukan kualitas keberadaan guru di pesantren, Apakah ia bersifat wajib, sunnah, mubah, makruh, atau bahkan haram. Seorang guru di pesantren minimal menjadi guru yang wajib atau sunnah, yakni dirinya harus ada di pesantren, jika tidak pesantren itu merugi dan kehilangan. Jangan sampai guru menjadi guru haram, yaitu keberadaannya justru membawa kemadlorotan.