Pembagian Rapor Telah Tiba, Panitia Ujian Bacakan Santri Berprestasi

 2018-12-23 21:28


Pembagian Rapor Telah Tiba, Panitia Ujian Bacakan Santri Berprestasi

Pondok Ngabar Hal yang paling dinanti-natikan santri setelah liburan pertengahan tahun adalah pembagian rapor. Setiap santri ingin segera mengetahui hasil yang telah mereka peroleh pada ujian pertengahan tahun. Selembar kertas putih yang akan dibagikan oleh wali kelas merupakan usaha dan jerih payah setengah tahun yang lalu. Biasanya, rapor hasil ujian pertengahan tahun dibagikan seminggu setelah liburan, ketika santri-santri sudah berada di pondok.

 

Selember kertar nilai itu dibagikan pada Sabtu (15/12) pagi secara serentak. Direktur TMI Ust. H. Said Abadi, Lc, MA menyatakan nilai rapor yang akan diterima santri merupakan nilai akumulasi dari nilai harian dan nilai ujian.

 

Pimpinan Pondok Ust. Drs. KH. Moh. Ihsan, M.Ag berpesan kepada santri, agar setelah pembagian rapor pertengahan tahun, santri-santri diminta mengevaluasi diri. Mereka diberi waktu untuk merenung. Baik santri yang nilainya bagus maupun santri dengan nilai yang tidak memuaskan, sama-sama berintrospeksi. Sehingga, masing-masing memiliki rencana yang matang untuk belajar lebih baik lagi pada semester kedua.

 

“Ketika antum telah mendapatkan rapor yang menjadi jerih payah usaha antum dalam setengah tahun, Usahakan di fotocopy dan ditempel di almari untuk intropeksi diri agar kedepannya bisa lebih baik.” Pesan Kyai Ihsan kepada seluruh santri

 

Sebelum apel pembukaan ditutup, sekretaris panitia ujian membacakan santri berpresetasi untuk diberi penghargaan. Hal ini dapat memacu motivasi santri untuk terus berbenah dalam belajarnya. Santri berprestasi diambil sesuai dengan nilai tertinggi pada rapor. Masing-masing kelas terdapat tiga orang santri yang menduduki juara pertama, kedua, dan ketiga.

 

Adapun nama-nama santri berprestasi sebagai berikut :

 

Kelas 1 (Peringkat 1 : Arivianda Faisal Primadiansyah, peringkat 2 : Habib Hidayat, peringkat 3 : Ahmad Zaki Fuadi)

Kelas 1 Intensive  (Peringkat 1 : M. Ichsan Hakiki, peringkat 2 : Rahmat Slamet, peringkat 3 : Fandi Nugraha)

Kelas 2 (Peringkat 1 : Saifullah Fata Arafat, peringkat 2 : Ashif Azril Mumtas Tsani, peringkat 3 : Ajib Mujtaba)

Kelas 3 (Peringkat 1 : Fajar Fuad al Hasyimi, peringkat 2 : Ahmad Zulfadar, peringkat 3 : Bayusakti Yudhopramudyo)

Kelas 3 Intensive (Peringkat 1 : Ahmad Nasrullah, peringkat 2 : Aqil Fathoni, peringkat 3 : Derry Febitra Setiawan)

Kelas 4 (Peringkat 1 : Faisal Ahmad Ferdiansyah, peringkat 2 : Farhad Shofianuha, peringkat 3 : Muhammad Fatwa Syahra)

Kelas 5 (Peringkat 1 : M. Zunai Syafi'i Zulkarnain, peringkat 2 : Irzaq Palevi, peringkat 3 : Muchtar Falahain)

 

Selanjutnya santri-santri berprestasi tersebut diberikan penghargaan berupa piagam dan sertifikat atas prestasi mereka. Disaksikan oleh seluruh santri putra dan dewan guru TMI.

Saat pembagian rapor bukanlah sebagai waktu untuk berputus asa bagi santri yang nilainya tidak sesuai harapan. Dan bukan juga hari berbangga diri bagi santri yang nilainya memuaskan. Tidak ada yang bisa menjamin santri yang nilai rapor pertengahan tahunnya di atas rata-rata akan naik kelas. Walaupun ia memiliki harapan besar dengan nilainya, tapi itu tetaplah bukan jaminan. Ia masih terus belajar karena kenaikan kelas tidak hanya ditentukan hasil ujian pertengahan tahun tapi juga bergantung pada nilai ujian akhir tahun. Keduanya akan digabung dan dirata-ratakan untuk menentukan kenaikan kelasnya.(Sazali)