Fokuskan Santri Untuk Ujian, Kegiatan Ekstra Ditutup Sementara

 2018-12-03 06:06


Fokuskan Santri Untuk Ujian, Kegiatan Ekstra Ditutup Sementara

Pondok Ngabar – Ekstrakurikuler menjadi idaman bagi santri untuk berkarya dan beraktivitas. Hal ini ditandai dengan banyaknya pergerakan santri melalui beragam aktivitas ekstrakurikuler di Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar. Ahad (8/10), malam pembacaan Surat Keputusan oleh sekretaris OSWAS Putra menandai penutupan sementara kegiatan keorganisasian kecuali dalam hal berbahasa.

Penutupan aktivitas merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan menjelang ujian untuk memfokuskan santri dalam ranah belajar dan mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian pertengahan tahun, Bapak pimpinan juga memberikan nasihat kepada santri agar santri tidak salah niat dalam ujian dan selalu berbenah diri dalam proses.

“Jangan sampai salah niat! Ujian itu untuk belajar, bukan belajar untuk ujian. Maka bangunlah niat yang baik. Manfaatkanlah waktu yang sebaik-baiknya ketika masa ujian ini untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan.” Pesan Ust. Drs. KH. Moh. Ihsan, M. Ag

Terlihat dari pandangan mata para santri memandang dengan penuh optimisme untuk mencapai kesuksesan setelah mendengarkan setruman pesan dan nasehat dari kyai Ihsan. Sebelum acara ditutup panjatan doa terucap di setiap bibir santri memohon kepada Allaah SWT untuk kemudahan dalam menjawab soal ujian nantinya.

Berbeda tanggal dan tempat, OSWAS Putri melaksanakan penutupan aktivitas santri putri pada Sabtu (18/10) malam di depan kantor pengurus pusat Organisasi Santri Wali Songo (OSWAS). Acara tersebut dihadiri oleh Ayahanda Pimpinan Pondok, Ustadz Drs. K.H. Moh. Ihsan, M.Ag, Ustadz K.H. Moh. Tholhah, S.Ag, dan Ustadz K.H. Heru Saiful Anwar, M.A, Ketua MPS Putri Hj. Rahmah Maulidia, M.Ag, seluruh Staf MPS Pi dan seluruh santri putri.

Kyai Heru berpesan kepada santri putri tentang pentingnya seseorang memiliki adab sebelum menuntut ilmu. “Berakhlaklah, beradablah, pelajarilah oleh kalian adab, kemudian belajar. Adab ini bagian penting dalam perjalanan sebuah ilmu. Karena terlalu banyak seseorang menggeluti ilmu dan lupa terhadap adab. Padahal adab itu lebih tinggi daripada ilmu”, pesannya

Orang baik memiliki pondasi adab yang lebih baik. Golongan ini punya pondasi akhlak yang luar biasa. Ya, karena pendidikan golongan orang-orang ini didasari dari bagaimana membangun peradaban lebih dahulu, bukan bagaimana mencetak dan membesarkan orang-orang pintar lebih dahulu. Menjadikan pintar orang yang sudah beradab lebih mudah dari pada menanamkan adab kepada orang yang pintar. (Muhammad Sazali Noor)