Seminar Enterpreneurship di Era Revolusi 4.0 bersama M. Assad

 2018-11-14 10:35


Seminar Enterpreneurship di Era Revolusi 4.0 bersama M. Assad

Pondok Ngabar – Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2017 menyatakan bahwa  telah terjadi peningkatan jumlah pengusaha di Indonesia dari 1,6% menjadi 3,1%. Hal ini cukup menggembirakan karena telah menembus batas psikologis 2% yang merupakan patokan indikator kemajuan negara. Namun demikian jumlah ini masih berada di bawah negara tetangga, seperti Malaysia di angka 5%, Singapura 7%, Thailand 4,5%, dan Vietnam 3,3%.

Membaca fakta di atas, Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin (IAIRM) mengambil peran untuk mempersiapkan mahasiswanya agar menjadi seorang entrepreneurship dengan menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Create Your Own Business, Find Your Passion, Find Your Purpose of Life”, Ahad (21/10) pagi. Prodi Syari’ah IAIRM ingin membekali mahasiswanya untuk kreatif dan inovatif dalam membaca peluang bisnis di era global.

Bertempat di Meeting Room gedung NBC lantai 3, ratusan peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum dengan antusias menimba ilmu kepada narasumber Muhammad Assad, M.Sc, CEO Rayyan Kapital, perusahaan pengelola dana investasi global dan Chairman NFQ Group yang fokus membuat program-program inspiratif dan edukatif di bidang kepemudaan.

Dalam seminar ini, Assad berbagi pengalaman dan tantangan serta kiat-kiatnya untuk meraih kesuksesan dalam berwirausaha. Ia menjelaskan bahwa bisnis di zaman sekarang sangat mengandalkan perkembangan  teknologi digital.

“Pada tahun 2020 nanti, sekitar 10 juta lapangan pekerjaan akan hilang akibat perkembangan teknologi seperti AI (Artifical Intelligence), IoT (Internet of Things), Cloud dan Nano. Nantinya teknologi akan menggantikan manusia. Makan ketika anda memulai berwirausaha, anda harus memahami dulu tujuan awal usaha itu dirintis. Selanjutnya, tinggal update dengan teknologi terkini.” Jelas pemuda yang pernah menjadi pembicara di forum UNESCO dan Islamic Development Bank (IDB) ini.

Narasumber yang juga menjabat sebagai Ceo Tamasia itu juga menjelaskan modal berbisnis itu ada lima aspek, yaitu ide, ilmu, jejaring, tenaga, dan uang. Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa menjadi entrepeneur itu bukan suatu pekerjaan melainkan pola pikir. Seorang entrepreneur dipatutkan untuk selalu berkreasi dan berinovasi serta dalam menjalankan bisnisnya dan berjalan bersamaan dengan teknologi modern sekarang.

“Entrepeneurship is all about mindset. Kita harus yakin akan kesuksesan. Kita harus punya semangat untuk sukses. Segala inovasi dan kreativitas harus kita curahkan. Be different, do the best, make happen or make excuses? Modal berbisnis ada lima, uang; ide; ilmu; jejaring; dan tenaga” pungkasnya. (Sazali)