Pondok Ngabar Bekali Guru dengan Edukasi Jurnalistik

 2018-11-14 05:55


Pondok Ngabar Bekali Guru dengan Edukasi Jurnalistik

Pondok Ngabar – Derasnya arus informasi digital di era milenial memiliki dua mata pisau, bisa menguntungkan, pun bisa membahayakan. Pemanfaatan yang baik atas fenomena Internet of Things (IoT) akan memberikan dampak positif bagi perkembangan lembaga pendidikan, khususnya sebagai media informasi. Atas dasar itu, Pondok Ngabar membekali sejumlah guru-guru dengan Workshop Jurnalistik yang diselenggarakan pada Jum’at (5/10) di aula NBC lantai 3 bersama Muchlis Daroini, S. Sos. I,. M. Kom.I, penulis dan dosen IAIN Ponorogo.

Dalam pendahuluannya beliau menjelaskan bahwa pentingnya mengaktifkan indrawi dalam interaksi sosial untuk membangun bahasa. Seperti dengan membaca yang merupakan sarana memperkaya pengetahuan dan bahasa. Karena bahasa merupakan cikal bakalnya informasi yang bisa di kembangkan menjadi berita.

“Berinteraksi sosial berarti anda sedang mengaktifkan indrawi. Karena tidak mungkin anda menuliskan berita kalau anda tidak mengaktifkan indrawi. Seperti membaca, berarti anda sedang mengaktifkan salah satu indra yaitu indra penglihatan. Kelahiran bahasa itu dari interaksi sosial. Kemudian bahasa itu membangun struktur yang disebut informasi. Maka sistem informasi inilah berita itu muncul, jurnalistik itu muncul, ilmu literasi itu muncul.” Jelasnya

Beliau juga menjelaskan pentingnya produksi berita pada suatu lembaga untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait berbagai aktivitas lembaga itu kepada khalayak banyak.

“Dalam institusi lembaga, produksi berita sangat penting sekali untuk mempengaruhi masyarakat dan membangun image untuk memahamkan masyarakat. Ketika anda menulis berita di media sosial, berarti ana sedang melakukan branding, kontruksi, membangun wacana, membangun pemahaman orang lain.”, lanjutnya.

 Workshop jurnalistik yang dihadiri oleh sejumlah guru Pondok Ngabar itu bertujuan memberikan pemahaman serta wawasan kepenulisan berita serta  bisa memanfaatkan media massa seperti media cetak dan media online untuk menyalurkan aspirasi atau gagasan-gagasan. (Sazali)