Khutbatu-l-Iftitah, Internalisasikan Nilai dan Falsafah Pesantren

 2018-08-07 21:20


Khutbatu-l-Iftitah, Internalisasikan Nilai dan Falsafah Pesantren

Pondok Ngabar- Khutbatu-l-Iftitah merupakan kegiatan Tahunan Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (Pondok Ngabar) untuk menginternalisasikan nilai-nilai pesantren kepada para santri, dan guru. Tidak hanya melalui kuliah umum yang dilaksanakan di auditorium, kegiatan yang dikenal dengan pekan perkenalan ini juga dilakukan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan perlombaan-perlombaan antar kelompok, baik yang terhimpun dalam kelompok organisasi, kelas, maupun konsulat daerah.

Pembukaan pekan perkenalan dilaksanakan di lapangan Ngabar pada Jum’at, 13 Juli 2018 diikuti oleh seluruh keluarga pondok yang terdiri dari santri dan guru. Di antara rentetan kegiatan Khutbatu-l-Iftitah adalah apel tahunan dan kirab budaya Nusantara, kuliah umum, perlombaan antar konsulat, perlombaan antar rayon, dan Ngabar Spectacular Show (NSS) yang merupakan puncak dari acara tahunan ini.

Kuliah umum yang merupakan bagian inti Khutbatu-l-Iftitah dilaksanakan pada Senin-Rabu, 23-25 Juli 2018. Dalam kuliah umum ini, Pimpinan Pondok memberikan arahan tentang kepesantrenan kepada para santri. Kecuali itu, Direktur Tarbiyatul Mu’allimin/ Mu’allimat al-Islamiyyah (TMI/ TMt-I) juga mendapat tugas untuk menyampaikan sistem TMI dan pembelajaran di Pondok Ngabar.

Bagi santri baru, kuliah umum menjadi sangat penting karena merupakan landasan awal dalam mencari ilmu di Ngabar. Adapun bagi para guru dan santri lama, kegiatan ini merupakan pembaruan niat dan komitmen diri dalam menjalankan aktivitas selama satu tahun mendatang di Pondok Ngabar.

Apel Tahunan dan Kirab Budaya Tegaskan Persatuan Bangsa

Sabtu, 21 Juli 2018, Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (Pondok Ngabar) mengadakan Apel Tahunan Khutbatul Iftitah 2018. Kegiatan ini merupakan salah satu sunnah dalam rangkaian pekan perkenalan di Pondok Ngabar yang diikuti seluruh santri dan guru.

Kegiatan tahunan ini diadakan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kepesantrenan yang ada di Pondok Ngabar. Setidaknya ada lima nilai yang harus tertanam dalam diri seluruh keluarga pondok, yaitu keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah Islamiyah, berdikari, dan kebebasan. Kelima hal itu terangkum dalam panca jiwa pondok. Selain penanaman nilai-nilai itu, Khutbatul Iftitah juga sebagai ajang pengenalan kepada pondok, pembaruan niat, penyamaan visi dan misi antara kiai, guru, santri, dan seluruh keluarga pondok, sehingga pondok dapat berjalan lebih baik dalam satu tahun mendatang.

“Kenalilah pondok ini bagaimana sejarahnya, oleh siapa dan kapan didirikan, milik siapa, bagaimana panca jiwa dan arah tujuannya, apa program-programnya, apa yang dicari di dalamnya, dan seterusnya”, terang Ustadz KH. Drs. Moh. Ihsan, M.Ag, selaku inspektur upacara.

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa dalam Apel Tahunan sarat akan nilai persatuan di tengah kemajemukan yang merupakan cerminan bangsa Indonesia. “Hari ini, dari Sabang sampai Merauke, bahkan dari luar negeri, Malaysia, Thailand, Republik Fiji, bersatu dalam Apel Tahunan dan dilanjutkan dengan kirab budaya yang dikemas dengan ukhuwah Islamiyyah. Itulah persatuan dan kesatuan, itulah bineka tunggal ika, itulah NKRI”, tegasnya.

Kiai Ihsan juga berpesan agar para santri tidak salah niat dalam saat berada di pesantren. Hendaknya tiap santri berniat untuk mencari ilmu, bukan mencari ijazah. “Pondok Pesantren Wali Songo adalah tempat belajar, mencari ilmu, bukan mencari ijazah”, lanjut beliau.

Usai upacara, pimpinan pondok melepas secara simbolis rombongan kirab budaya yang tergabung dalam kelompok organisasi santri dan konsulat. Masing-masing kelompok menunjukkan pakaian khas budayanya yang mencerminkan bahwa pesantren adalah pemersatu bangsa sesuai dengan tema Khutbatul Iftitah tahun ini, Ngabar meneguhkan semangat keislaman dan kepesantrenan bagi bangsa.

Apresiasi Kebersamaan Santri di Malam Anugerah

Usai menjalani rentetan perlombaan Khutbatu-l-Iftitah, panitia menyelenggarakan Malam Anugerah pada Kamis-Jum’at, 26-27 Juli 2018 untuk memberikan penghargaan kepada konsulat berprestasi dalam acara tahunan ini.

Dari seluruh perlombaan yang ada, lomba lagu daerah dimenangkan oleh konsulat Sumatera Selatan; tari daerah oleh konsulat Jawa Tengah; baris berbaris; masakan daerah; dan kirab budaya oleh konsulat Ponorogo. tercatat sebagai juara umum tahun ini di kampus putra adalah konsulat Ponorogo, demikian pula di kampus putri.

Dalam menjalani berbagai event tersebut, para santri tidak hanya semata berkompetisi untuk menang. Yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana mereka belajar tentang membangun kerjasama tim yang baik, sportifitas dalam kompetisi, dan totalitas dalam menjalani kehidupan. (Amir)