Khutbatul Ikhtitam, Ngabar Luluskan 210 Santri

 2018-06-08 07:07


Khutbatul Ikhtitam, Ngabar Luluskan 210 Santri

Pondok Ngabar- Setelah melewati masa perjuangan panjang selama 4 atau 6 tahun dalam menempuh pendidikan di Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (Pondok Ngabar), santri dan santriwati akhir Tarbiyatul Mu’allimin dan Mu’allimat Al-Islamiyah resmi menjadi alumni ke-52 pada acara Khutbatul Ikhtitam yang dilaksanakan pada Sabtu, 5 Mei 2018.

Khutbatul Ikhtitam merupakan acara pengukuhan dan pelepasan alumni yang telah menyelesaikan seluruh proses pendidikan yang ada di Pondok Ngabar. Pada acara tersebut, 89 santri kelas 6 putra dan 121 santri kelas 6 putri resmi menjadi alumni ke-52 Pondok Ngabar.

Sebagaimana tahun sebelumnya yang menggunakan tema Sultan Muhammad Al-Fatih- pemuda Islam hebat penakluk Konstantinopel, Khutbatul Ikhtitam tahun ini bertemakan Shalahuddin Al-Ayyubi, seorang panglima Islam abad 12 Masehi dari dinasti. Shalahuddin atau yang juga dikenal dengan Saladin ini merupakan panglima Islam dalam perang Salib. Namanya begitu dikenal dikalangan Islam maupun kristen. Dalam perang Salib, panglima dari suku Kurdi ini hanya menyerang para tentara pasukan Salib saja, dan tidak tidak melakukan kekejaman kepada rakyat sipil, perempuan dan anak-anak kecil.

Dengan diusungnya tema itu diharapkan seluruh alumni ke-52 mampu menjadi seorang pejuang tanpa kenal lelah dan pamrih dalam menengakkan kebenaran dan mensyiarkan Islam yang ke seluruh penjuru dunia dengan tetap memegang nilai-nilai kemanusiaan.

Pada acara yang dilaksanakan pada malam hari tersebut, dihadiri oleh seluruh wali santri yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia, berlangsung meriah dan khidmat. Para wisudawan alumni ke-52 dengan jumlah total 210 mendapatkan pesan dan nasehat terakhir dari Pimpinan Pondok, diantaranya ialah agar selalu berpegang teguh terhadap prinsip-prinsip agama yang telah mereka dapatkan selama belajar; bermanfaat sebesar-besarnya kepada lingkungan dan masyarakat sekitar dengan berbagai ilmu yang telah mereka pelajari selama di Pondok. Sehingga, para alumni benar-benar menjadi rahmatan lil ‘alamin  sebagaimana prinsip utama diturunkannya agama Islam. (Fawaid)