Usai Bangun Math’am Putri, YPPW Bangun Math’am Putra

 2018-04-09 18:29


Usai Bangun Math’am Putri, YPPW Bangun Math’am Putra

Pondok Ngabar- Di timur masjid ar-Rumi kampus putri Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (Pondok Ngabar) tampak bangunan ‘nyentrik’ dua lantai yang hampir selesai dibangun. Bangunan tersebut adalah math’am atau ruang makan santri putri yang mulai dibangun pada 26 Oktober 2017 yang lalu dengan dana 1,4 Miliar.

Bangunan berkapasitas 1000 santri ini menggunakan konsep modern industrial bercampur dengan nuansa etnik dengan kombinasi material struktur baja WF, pipa besi melengkung, dan terakota. Gaya desain ala cafe dan terbuka diharapkan mampu memberikan kenyamanan untuk para santri.

Kini pengerjaan math’am putri sudah mencapai 95% dan tahap proses finishing, sehingga diperkirakan akan selesai pada bulan April ini.

Usai membangun math’am putri, Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (YPPW-PPWS) melanjutkan dengan membangun math’am untuk santri putra.

Math’am putra dibangun di utara gedung al-Azhar atau di barat asmara Sunan Ampel. Sedangkan math’am putra yang lama akan dibongkar dan dibangun menjadi asrama Sunan Ampel II melengkapi asrama Sunan Ampel I yang sudah ada saat ini.

Tidak jauh berbeda dengan kampus putri, konsep math’am putra relatif sama, yakni menggunakan konsep modern industrial dan nuansa etnik. Bentuk Lahan yang kaku dan memanjang di utara Gd. Al-Azhar disikapi dengan Fasade depan yang dinamis, yakni dinding melengkung yang berlapis bata terakota dan permainan garis horizontal diantara batu alam andesit.

Material bata yang hangat juga akan menetralisir kesan dingin pada konstruksi atap besi. Aplikasi terakota pada tampak depan juga akan membuat kesan welcome, ramah kepada siapapun. Walaupun ini bukan cafe, namun akan menjadi tempat singgah para wali santri, juga merepresentasikan Pondok Ngabar sebagai pondok pesantren modern yang inklusif bagi semua kalangan masyarakat.

Dinding math’am putra ini menggunakan material bata exposed. Perpaduan dengan Struktur besi, memberikan kesan modern namun etnik. Sedangkan kantilever samping dibuat lebar 2m untuk mengantisipasi tampias air hujan. Gedung Makan ini dibuat untuk kapasitas 1000 santri Putra.

Bangunan yang diperkirakan menelan dana 1,2 miliar ini sudah dimulai sejak Jum’at (6/4) yang lalu dengan target pengerjaan selama 2 bulan dan perkiraan selesai pada bulan Juni mendatang, sehingga bisa digunakan saat tahun ajaran baru 2018-2019.

Dalam dua tahun terakhir, perbaikan fasilitas dasar santri terus ditingkatkan oleh YPPW-PPWS. Harapannya, selain agar para santri dapat menuntut ilmu dengan fokus dan nyaman, perbaikan fasilitas dasar tersebut diharapkan mampu menumbuhkan peradaban yang lebih baik di Pondok Ngabar. (Amir)