30 Santri Mamba’ul Huda Ikuti Khataman Imtihan al-Qur’an

 2018-03-01 17:09


30 Santri Mamba’ul Huda Ikuti Khataman Imtihan al-Qur’an

Pondok Ngabar- Rabu Malam (14/2) Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Mamba’ul Huda Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (Pondok Ngabar) mengadakan acara Khataman Imtihan al-Qur’an Metode Ummi Angkatan ke-4 & Tahfidz Juz 29-30 di Auditorium Pondok Ngabar dihadiri oleh Pimpinan Pondok Ngabar, dewan guru, wali santri, santri MI Mamba’ul Huda dan Supervisor Ummi Foundation Surabaya, Ustadz Ahmad Afifi, M.Pd.I.

Kegiatan qiro’ah al-Qur'an metode Ummi memang menjadi salah satu program unggulan MI Mamba’ul Huda sejak tahun 2014 silam. Dengan penerapan program yang bekerjasama dengan Ummi Foundation Surabaya ini, mampu mempercepat proses pendidikan dan pengajaran membaca dan menghafal al-Qur’an santri MI.

Para santri yang berhak mengikuti Khataman Imtihan al-Qur’an adalah mereka yang sudah lulus dalam lima materi ujian Metode Ummi yaitu tartil yang berkaitan dengan tajwid, fashohah (kefasihan) yang berkaitan dengan makharijul huruf, hafalan al-Qur’an sesuai dengan target, bacaan khusus dalam al-Quran (gharaib al-Qur’an), dan tajwid (teori dan praktik). Khusus dalam bidang hafalan, tidak seluruh santri mampu menyelesaikan juz 29-30. Dari 30 santri yang mengikuti Khataman, sebanyak 2 santri telah menyelesaikan hafalan Juz 29-30, 14 santri telah menyelesaikan hafalan Juz 30, dan 14 santri lainnya menyelesaikan hafalan dari surat al-A’la hingga an-Nass.

Prosesi khataman angkatan ke-4 yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Afifi, M.Pd.I ini diawali dengan menguji para santri oleh wali santri tentang lima materi tersebut. Wali santri diperkenankan untuk menguji putra-putrinya sendiri, atau santri lainnya.

Kepala MI Mamba’ul Huda, Ustadz Ali Syahadat, M.Pd.I berharap tahun depan hafalan santri kelas V MI yang akan naik ke kelas VI bisa meningkat 2 Juz lagi. “InshaAllah nanti tahun depan Kita usahakan anak-anak yang masih kelas V mau naik kelas VI ini bisa tambah 2 juz minimal”, ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz Syahadat berharap dengan bekal tahfidz yang ada pada diri anak-anak, dapat menjadi wasilah untuk membawa orangtuanya ke Surga, “Mudah-mudahan anak-anak kita yang ikut khataman pada malam ini nantinya betul-betul bisa membawa ibundanya, ayahandanya, dan saudaranya masuk surganya Allah SWT, Amin”, pungkasnya mengakhiri sambutan.

Selain itu, para santri yang diwisuda juga diharapkan mampu berjuang dan memperjuangkan agama Allah, sebagaimana diharapkan oleh Pimpinan Pondok, Ustadz KH. Heru Saiful Anwar, M.A dalam sambutannya, “Selamat, Nak. Mudah-mudahan sukses, berkah, manfa’at, menjadi pejuang dan memperjuangkan agama”, ujarnya.

Ustadz Heru juga juga berpesan bahwa dengan menanamkan al-Qur’an kepada para santri di pesantren, maka keberkahan akan senantiasa meliputi keluarga besar pesantren dan juga akan meninggikan derajatnya. “Dengan al-Qur’an ini saya yakin sekali, Allah akan mengangkat derjat daripada pondok kita. Dengan al-Qur’an seluruh pelajaran menjadi mudah. Dengan al-Qur’an seluruh hidup menjadi mudah, menjadi berkah, dan bermanfaat”, Tegas Beliau meyakinkan. (Amir)