Sholat Gerhana di Pondok Ngabar

 2018-02-06 08:07


Sholat Gerhana di Pondok Ngabar

Pondok Ngabar- Kuasa Allah yang maha mengatur seluruh alam semesta. Diatara pengaturannya adalah peredaran bulan hingga terjadinya fenomena alam  yaitu Gerhana Bulan yang terjadi pada Rabu malam 31 Januari 2018. Gerhana Bulan merupakan salah satu fenomena alam yang langka terjadi. Kejadian serupa terjadi berkisar 152 tahun yang lalu. Ketika gerhana matahari atau gerhana  bulan terjadi, umat islam dianjurkan untuk menunaikan salat Khusuf secara berjamaah ataupun sendiri.

Kamis malam (31/1) bertepatan dengan peristiwa tersebut, Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (Pondok Ngabar) mengadakan Shalat Sunah khusuf secara berjamaah. Pelaksanaan shalat tersebut diadakan secara terpisah antara santri putra dengan santri putri. Santri putra bertempat di Masjid utama pondok ngabar, sedangkan santri putri bertempat di masjid Ar-Rumi Pondok Putri. Pelaksanaan shalat dimulai pada pukul 20.00 WIB. Bertindak sebagai Imam di Kampus Putra Ayahanda Pimpinan Pondok Ustadz KH. Moh. Tholhah, S.Ag dengan khotib Ustadz KH. Heru Saiful Anwar, MA. Sedangkan di Kampus Putri Ustadz KH. Moh. Ihsan, M.Ag bertindak sebagai imam sekaligus khotib. Meski hujan mengguyur, acara shalat khusuf berjamaah dimasing-masing kampus berjalan dengan baik dan khusyu’.

Dalam khutbahnya, Ustadz Heru menyampaikan tentang kisah meninggalnya Ibrahim, putra Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan gerhana bulan. Ketika itu, para sahabat beranggapan bahwa gerhana bulan yang menyebabkan gelap gulita malam adalah karena wafatnya Ibrahim bin Muhammad. Kemudian Rasulullah SAW mengingatkan kepada para sahabat bahwa gerhana bulan merupakan tanda-tanda kebesaran Allah dan bukan disebabkan oleh meninggalnya seseorang. Maka ketika menyaksikan gerhana bulan, hendaknya kita  berdoa, mendirikan sholat gerhana, bertakbir, dan bersedekah, sebagaimana yang disyari’atkan Nabi Muhammad SAW dalam hadithnya.

Dengan diadakannya shalat khusuf diharap kita semua dapat mengambil hikmah dan keutamaan dari Gerhana Bulan, yaitu menguatkan iman dan taqwa melalui tadabur terhadap kuasa Allah yang telah mengatur seluruh Alam termasuk mengatur peredaran bulan hingga terjadi fenomena gerhana bulan. (frans)