Upaya Pengembangan Ekonomi Pesantren dengan Beternak

 2017-11-06 08:14


Upaya Pengembangan Ekonomi Pesantren dengan Beternak

Pondok Ngabar. Pengembangan perekonomian selalu diupayakan oleh  Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (YPPW-PPWS) demi terwujudnya visi “Ngabar Mandiri Berkah”. Salah satunya yaitu dihidupkannya kembali peternakan di Pondok Ngabar.

Pada Rabu (4/10) lalu, pengurus yayasan bagian peternakan  melakukan pembelian kambing pertamanya sebagai modal awal. Jenis kambing yang dibeli pertama kali yaitu kambing bligon dengan harga Rp. 1.800.000. Kambing ini merupakan persilangan dari kambing jenis etawa dengan kambing jawa. Pemilihan jenis ini dikarenakan beberapa  keunggulan yaitu: postur tubuh yang besar layaknya kambing etawa, mempunyai daya tahan tubuh yang baik, dan pada umumnya pembudidayaan kambing jenis ini untuk diambil dagingnya. Selanjutnya pada Selasa (24/10) 3 ekor kambing  peranakan Etawa dengan harga Rp.800.000 dan Rp. 900.000.

Pusat peternakan Pondok Ngabar ini diharapkan mampu menjadi peternakan besar yang menyediakan kambing dan sapi, sehingga bisa menyuplai kebutuhan masyarakat Ponorogo, khususnya sekitar Desa Ngabar. Tidak hanya diambil dagingnya, namun juga susu, dan bisa dikembangkan menjadi pusat pengembangan biogas.

Program pengembangan tahun ini adalah menghapuskan iuran qurban santri dan mengganti dengan tabungan Qurban yang bekerjasama dengan BMT Ngabar. Para santri akan menabung Rp. 100.000 hingga Rp. 200.000 setiap bulan, sehingga dalam satu tahun santri bisa berqurban idul adha di pesantren. Dengan demikian, setiap tahun pesantren bisa memotong 100 hingga 200 hewan qurban yang disuplai dari peternakan milik Pondok.

Hewan qurban tersebut akan disalurkan ke berbagai daerah di ponorogo, sehingga syiar Pondok Ngabar semakin luas dan semakin banyak masyarakat yang mendapat manfaat dari program ini.

Hingga saat ini jumlah hewan ternak yang dimiliki oleh peternakan Pondok Ngabar berjumlah 4 ekor kambing. Jumlah ini tentu masih sangat sedikit, namun di waktu yang akan datang akan selalu dikembangkan sehingga dapat mencapai apa yang diharapkan. (Aziz/Fawaid)