Kiai Ihsan: Alumni untuk Pondok, Bukan Pondok untuk Alumni

 2017-10-29 17:37


Kiai Ihsan: Alumni untuk Pondok, Bukan Pondok untuk Alumni

Malang. Keluarga Besar Alumni Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (KBAPWS) Malang Raya mengadakan acara silaturrahim keakraban alumni lintas generasi pada Sabtu-Ahad (28-29/10) di Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC), Dau, Malang.

Acara tahunan ini diadakan pada tahun ajaran baru untuk menyambut mahasiswa baru alumni Pondok Ngabar yang menimba ilmu di kota Malang. Berbeda dengan acara pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan tahun ini mengundang Pimpinan Pondok dan Pengurus Pusat KBAPWS.

Acara diawali pada hari Sabtu (28/10) dengan mengadakan unggun gembira malam keakraban perkenalan dengan alumni lintas generasi. Turut hadir dalam acara ini Pimpinan Pondok, Ustadz KH. Moh. Ihsan, M.Ag, Ustadz KH. Moh. Tholhah, S.Ag, Ketua dan Wakil ketua KBAPWS Pusat, Ustadz M. Wahib, S.H dan Ustadz Imam Nahrowi, M.Pd.I, Anggota Majelis Riyasatil Ma’had, Ustadz Drs. M. Mansur, dan Wakil Direktur Tarbiyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (TMI), Ustadz Singgih Rahmanu H, S.Pd.I.

Selain diisi dengan perkenalan antar alumni, acara unggun gembira juga diisi dengan obrolan santai antara asatidz dengan alumni yang hadir. Ustadz Ihsan menceritakan terkait perkembangan pondok saat ini yang tengah membangun berbagai sarana belajar dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kegiatan silaturrahim dilanjutkan pada Ahad pagi (29/10) di aula P-WEC. Ketua KBAPWS Pusat, Ustadz M. Wahib mengapresiasi acara tahunan ini. “Saya tadi masuk itu, (merasa) suasananya seperti masih di pondok, ini Malang atau Ngabar ya? Malang ini suasananya seperti di Ngabar. inshaAllah nanti di Papua sana ada alumni Ngabar, suasanya seperti di Ngabar. Di Kalimantan juga seperti di Ngabar”, ujar Beliau berkelakar dan disambut tawa oleh para alumni.

Secara khusus, Beliau sangat bersyukur akan andil alumni dalam berbagai kegiatan pondok, salah satunya renovasi masjid yang kini tengah berjalan. Beliau menargetkan donasi alumni yang terkumpul mencapai 500 juta, namun alhamdulillah hingga saat ini donasi yang terkumpul sudah mencapai angka 600 juta. Beliau berharap jumlah donasi dari alumni bisa mencapai 1 Miliar pada bulan desember mendatang, “Alangkah indahnya, jika alumni itu (donasinya) bisa 1 Miliar”, ujar Alumni 11 Pondok Ngabar ini.

Beliau juga menjelaskan bahwa saat ini KBAPWS telah membentuk koordinator alumni untuk tiap-tiap angkatan, mulai alumni pertama, hingga alumni ke 51. Dengan demikian koordinasi alumni dapat berjalan dengan efektif dan efisien. “Bolehlah fisiknya putus (dari pondok), namun hatinya harus tetap nyambung dengan Pondok”, lanjut Beliau.

Di hadapan 67 alumni yang hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Pondok, Ustadz KH. Moh. Ihsan, M.Ag menyampaikan perkembangan Pondok Ngabar dalam berbagai lini, khususnya pendidikan, infrastruktur dan perekonomian. Beliau menjelaskan tentang upaya pondok dalam meningkatkan kualitas bahasa asing dan al-Qur’an dengan bekerjasama dengan beberapa instansi seperti Ummi Foundation. Di samping itu, pondok juga tengah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memberi tugas belajar Strata 2 unutk guru-guru kader di beberapa perguruan tinggi. “Saat ini kami tengah menyekolahkan para guru untuk kuliah S2, sekaligus kita rekrut untuk menjadi kader yang nantinya akan menjadi tulang punggung keberlansungan Pondok”, ujar Beliau.

Dalam bidang perekonomian, beliau berharap besar dengan perkembangan BMT Ngabar yang baru saja diresmikan pada Mei lalu, dengan harapan dapat berkembang di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Perkembangan ini semata-mata untuk kemajuan pondok, masyarakat, dan ummat Islam. “Kita berharap nantinya BMT Ngabar ada di 34 provinsi dengan 90 cabang. Kalau Ngabar ekonominya kuat, inshaAllah segalanya mudah”, lanjutnya.

Selanjutnya, dalam bidang infrastruktur, Ustadz Ihsan menyampaikan bahwa perkembangan infrastruktur pesantren sangat pesat, sehingga hampir setiap bulan ada agenda peresmian gedung baru, dan yang terdekat dalam dua bulan mendatang adalah peresmian ruang makan putra dan putri. Selain itu beliau juga berharap akan didirikannya Wisma Alumni sehingga mampu memenuhi kebutuhan tamu yang ada di Ngabar dengan layak.

Dalam kesempatan ini beliau berpesan agar alumni dapat berkiprah dan memberikan sumbangsih kepada Pondok, “alumni hendaknya tidak hanya belajar di Ngabar, namun pada saatnya harus memberikan kontribusi memajukan Pondok, itulah yang disebut alumni untuk pondok, bukan pondok untuk alumni”, tegas Kiai Ihsan.

Ustadz KH. Moh. Tholhah juga berkenan menyampaikan pesan dan nasihat singkat kepada peserta silaturrahim kali ini. Beliau berpesan kepada alumni, bahwa apa yang kita tanam sekarang bukan untuk saat ini, namun untuk masa yang akan datang, “qad gharasa man qablana fa akalna, wa naghrisu nahnu li ya’kula man ba’dana”, ujar Beliau mengutip salah satu kalimat hikmah dari buku Muthola’ah.

Beliau menyampaikan bahwa setiap alumni Pondok Ngabar adalah guru, maka layak dipanggil guru atau ustadz, minimal guru untuk dirinya sendiri. “tiap-tiap antum adalah guru, minimal guru untuk diri sendiri”, Lanjut Beliau.

Beliau menceritakan tentang perjuangan ‘babat alas’ pertama di Ngabar pada zaman dahulu tidak mudah, banyak tantangan dari luar maupun dari dalam. Namun demikian justru tantangan-tantangan itulah yang membuat perjuangan semakin indah. “Perjuangan itu kalau tidak ada tantangannya, kurang tenanan, kurang sungguhan”, tegasnya.

Di akhir sambutan, beliau berpesan kepada alumni agar selalu bersyukur dengan seluruh perkembangan yang ada dari dahulu hingga sekarang yang sudah jauh lebih baik keadaaanya. (Amir Dardiri)