Modal Tasbih Saja Belum Cukup

 2017-11-02 14:14


Modal Tasbih Saja Belum Cukup

Tentu kita pernah mendengar bagaimana kisah ‘protes’ para Malaikat kepada Allah SWT tatkala akan menciptakan makhluk yang bernama manusia. “.... Mereka (para malaikat) berkata, apakah Engkau (Allah) akan menciptakan makhluk (manusia) yang akan membuat pertumpahan darah di muka bumi? Sedangkan Kami senantiasa bertasbih, memuji, dan menyucikan-Mu. Allah berkata, sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa-apa yang kalian tidak ketahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 30).

Lanjutan ayat di atas adalah, “dan Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam AS nama-nama  (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!", yang dilanjutkan tentang pengakuan para Malaikat kepada Adam AS bahwa ia layak menjadi khalifah di muka bumi untuk mengemban amanah Allah.

Yang menarik dari dialog antara Allah, Malaikat, dan Adam AS adalah bahwa Allah memuliakan Adam karena memiliki ilmu yang telah diajarkan kepadanya, sehingga mampu ‘mengungguli’ malaikat.

Adam dibekali ilmu pengetahuan sebagai tambahan dari keimanan adalah untuk menjalankan misi kekhalifahan di muka bumi, sehingga mampu menciptakan suasana yang damai meskipun pada awalnya sempat terjadi pertumpahan darah pertama di bumi, yaitu antara Habil dan Qabil.

Ilmu pengetahuan yang dilandasi keimanan kepada Allah akan menjadi bekal yang memiliki nilai unggul dari mereka yang hanya beriman namun tidak berilmu, atau berilmu saja tanpa iman. Beriman saja tanpa ilmu akan melahirkan kejumudan dan kehidupan yang statis. Berilmu tanpa landasan keimanan dapat menjerumuskan pemiliknya kepada kehancuran dan menjauhkan dari hidayah Allah. Sedangkan beriman dan berilmu, akan meningkatkan derajat yang lebih tinggi dibanding makhluk yang lain, “... Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu dari golonganmu beberapa derajat...” (Q.S. Al-Mujadalah: 11)

Setelah kita membaca uraian di atas, Allah seakan memberikan peringatan kepada Malaikat dan kita semua, bahwa dengan bertasbih, memuji, dan menyembah Allah saja, tak akan cukup menjadi modal kita untuk memimpin dunia. Kita harus memiliki modal lain, yaitu ilmu pengetahuan sebagaimana wahyu yang pertama turun kepada Nabi Muhammad, Iqra’. (Muhammad Amiruddin Dardiri)