Gerakan Hijrah Menyambut Tahun Hijriyah

 2017-10-12 00:02


Gerakan Hijrah Menyambut Tahun Hijriyah

Pondok Ngabar. Kamis, (22/09) Majelis Pembimbing Santri (MPS) Putri mengadakan acara Gerakan Hijrah dan Tazkiyyatun Nafs bagi Santriwati dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah 1439 H. Kegiatan ini meliputi gerakan sholat tahajud, puasa sunnah, sholat hajat, Gerakan taat orangtua dan guru, gerakan jauhi maksiat, gerakan sedekah, gerakan bicara yang santun, gerakan sholawat (5 waktu sholat wajib), gerakan menaikan baju jatuh di jemuran, gerakan tidak mencuri hak milik orang lain/ghosob.

Ustadz H. Said Abadi Lc, MA sebagai pemateri menyampaikan bahwa dalam perhitungan tahun baru hijriyah, diawali dengan bulan Muharram yang dikenal oleh orang jawa dengan sebutan bulan suro, Sedangkan dalam Islam bulan Muharram merupakan salah satu bulan di antara empat bulan yang dinamakan bulan Harram. Tiga bulan berurutan yaitu Dzul qo'dah, Dzul Hijjah, lalu Muharrom serta satu yang terpisah yaitu bulan Rajab.

“Ini merupakan bulan-bulan yang diagungkan, baik pada masa jahiliyah ataupun pada masa Islam. Allah mengkhususkan larangan berbuat dzalim di bulan-bulan tersebut”, terang Direktur TMI tersebut.

Ia melanjutkan bahwa hal ini didasarkan pada ayat “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah SWT adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan harram (suci), itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu” (Q.S. 9:36).

Tujuan diadakan acara ini adalah untuk mengingat kembali peristiwa hijrah Rosululloh serta memperbaiki diri dengan 10 Gerakan Hijrah dan Tazkiyyatun Nafs tersebut. (Zulfa Amalia)