BMT Ngabar Ikuti Pelatihan di BMT Beringharjo

 2017-08-30 05:52


BMT Ngabar Ikuti Pelatihan di BMT Beringharjo

Sehubungan dengan didirikannya BMT Ngabar, Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar mengirim 8 pengelola BMT Ngabar ke KSPPS Beringharjo Jogjakarta untuk mengikuti pelatihan selama 4 hari (17-20 Juli 2017). Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan dua sesi yakni sesi penyampaian materi dan sesi praktik lapangan, masing-masing dua hari. Materi yang diberikan meliputi sasaran pasar BMT, Strategi marketing,CRD, SOP,dan Job Desk.

Pelatihan pertama disampaikan langsung oleh pendiri KSPPS Beringharjo, Ibu Mursida Rambe dengan tema meningkatkan etos kerja. Beliau menyempaikan bahwa BMT bukan sekedar lembaga keuangan, namun BMT adalah lembaga da’wah. Salah satu pilar BMT adalah Shariah Education (Pendidikan Syari’ah), BMT bukan sekedar lembaga keuangan namun BMT adalah lembaga da’wah untuk menda’wahkan perekonomian syari’ah kepada masyarakat” ujar peraih Republika Award 2016 ini.

Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan mempersiapkan SDM pengelola BMT agar mampu berjalan maksimal sesuai harapan untuk membantu menunjang perekonomian Pondok. Dari pengamatan peserta perlatihan didapatkan informasi tentang hebatnya etos kerja BMT Beringharjo yang patut ditiru dan diterapkan di BMT Ngabar, misalnya Sholat Dhuha sebelum kantor buka, Tadarus Al-Qur’an setiap pagi, Pengajian rutin setiap minggu, mengutamakan sholat berjama’ah meskipun sedang bekerja. Hal tersebut memang bukan hanya isapan jempol belaka, namun benar-benar dipegang teguh oleh seluruh pengelola BMT Beringharjo.

Pelatihan lapangan dilaksanakan selama 2 hari di 3 kantor cabang (kancab) KSPPS Beringharjo di Jogjakarta yakni Kancab Malioboro, Kancab Pabringan dan Kancab Kauman. Para pengelola BMT Ngabar ditugaskan ke kancab tersebut. Azizah Rahmawati dan Baharudin Mustofa di Kancab Malioboro, Detria Fitri dan Alfi Andika di Kancab Kauman, Santoso Nugroho, Tri Wahyu dan Ruli Rojiatul di Kancab Pabringan. Kantor Cabang Pabringan merupakan Kantor BMT Beringharjo pertama kali didirikan, berdiri di pasar Beringharjo pada tahun 1994, maka diberi nama BMT Beringharjo.

Peserta ditugaskan langsung di lapangan didampingi pihak BMT Beringharjo selama 2 hari dengan tugas sesuai jobdesk masing-masing peserta di BMT Ngabar. Peserta menggantikan posisi beberapa pegawai di masing-masing kancab selama 1 hari untuk mengukur pemahaman teori yang diberikan 2 hari sebelumnya, seperti menjadi Teller, Jasa Mitra (Customer Service), Akunting, dan Account Officer. Sedang di hari terakhir pelatihan, peserta dibekali pengetahuan tentang bagaimana mengamati jaminan untuk pembiayaan dan diajak langsung survei jaminan yang diajukan beberapa mitra BMT Beringharjo sebelumnya, jaminan tersebut berupa sepeda motor dan sepetak tanah.

Menurut hasil laporan peserta pelatihan, banyak ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut dan dianggap cukup untuk mempersiapkan dioperasikannya BMT Ngabar nanti. (Bahar)